JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Chatib Basri menyatakan efektivitas insentif untuk mendongkrak investasi masih belum maksimal.
“Pertanyaannya adalah, apakah harus insentif baru? Not necessery,” jelas Chatib, usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2013).
“Karena sering kali insentif yang ada sudah ada tapi tidak dimanfaatkan sepenuhnya. Saya ambil contoh tax holiday itu hanya dua perusahaan yang bisa,” lanjut dia.
Menurutnya, bisa jadi skema atas insentif yang sudah ada tersebut tidak cocok. “Jadi tidak serta merta bahwa kita harus create insentif baru. Tapi insentif (yang ada) bisa diefektifkan,” ungkap dia.
Namun, untuk mendukung tingkat pertumbuhan ekonomi agar sesuai target, insentif fiskal memang bisa diandalkan.
“Kita melihat bahwa target (pertumbuhan ekonomi) pemerintah 6,2 persen di triwulan pertama, tapi pertumbuhan ekonomi 6,02 persen. Berarti kalau kita menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, investasi harus jalan. Investasi harus jalan itu bisa didukung oleh insentif fiskal,” ungkap dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.