JAKARTA - Laju perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada support 5.134-5.172 dan resistance 5.226-5.258. IHSG kembali bergerak di luar perkiraan para analis dan mampu melewati target resisten di posisi 5.183.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, chart tersebut mengindikasikan besarnya daya dorongan beli meski juga terdapat tekanan jual.
"Selama laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak langsung dimanfaatkannya posisi IHSG untuk profit taking secara masif, maka IHSG pun masih berpeluang naik meski terbatas," jelasnya di Jakarta, Selasa (21/5/2013).
Sementara itu, menurut Reza pasa penutupan indeks sebelumnya, adanya nett buy asing yang terjadi di akhir pekan sedikit banyak mempengaruhi laju IHSG di awal pekan ini.
Di sisi lain, kondusifnya bursa saham Asia yang dimotori HSI yang naik pasca-libur memberikan tambahan amunisi bagi IHSG. Pelaku pasar pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mengakumulasi saham lebih banyak.
"Saham-saham big caps pun kembali menjadi perburuan para pelaku pasar hingga mampu antarkan IHSG tembus kembali new high record setelah tercapai di akhir pekan kemarin," kata dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.