Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Sumur Minyak Indonesia seperti Nenek-Nenek"

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Rabu, 22 Mei 2013 |12:50 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

BANDUNG - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencanangkan tahun ini sebagai tahun pemboran. Dengan demikian, tahun ini akan mulai diadakan kegiatan eksplorasi.

"Saya setuju dengan Pak Rudi (SKK Migas) tahun ini sebagai tahun pengeboran," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo di Trans Hotel Bandung, Rabu (22/5/2013).

Dia mengatakan, kegiatan eksploitasi yang dilakukan saat ini sudah semakin tidak efisien. Pasalnya, usia sumur-sumur di Indonesia sudah tergolong sebagai sumur tua.

Dia mengatakan, untuk mengoperasikan sumur-sumur tua tersebut membutuhkan biaya operasional yang semakin besar. Namun, biaya yang besar tersebut tidak diimbangi dengan produktivitas yang seimbang.

"Lapangan sudah tua, seperti nenek-nenek 80 tahun, disuruh lari kencang sudah tidak bisa. Ongkosnya pun besar, harus urut dulu, harus oles balsam dulu, begitulah umpamanya sumur tua kita" Timpal Susilo.

Oleh karena itu, Susilo mengatakan dilakukan pemboran sumur-sumur baru saat ini dan di masa-masa mendatang guna mengejar target produksi yang telah dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Perubahan (APBNP) sebanyak 840 ribu barel per hari.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement