Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenaikan BBM Bakal Kurangi Disparitas Harga

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 22 Mei 2013 |15:04 WIB
Kenaikan BBM Bakal Kurangi Disparitas Harga
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Guna menekan beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terus membebani APBN, pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi. Nantinya harga yang dijual yakni Premium Rp6.500 per liter, dan Solar menjadi Rp5.500 per liter.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng, mengatakan kenaikan terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan satu hal yang baik karena akan mengurangi disparitas harga.

"Kenaikan harga itu hal yang baik karena mengurangi disparitas. Orang untuk melakukan penyalahgunaan akan semakin berkurang kalau disparitas harga itu berkurang," ujar Andy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Andy menjelaskan, tingginya disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi menimbulkan para spekulan. Orang lebih baik bolak balik ke SPBU beli bensin terus bensinnya dimasukkan ke botol-botol kemudian kembali dijual.

"Dia (orang) beli Rp4.500 per liter kemudian dijual Rp6.000 per liter, sudah lumayan. Apalagi kalau di pinggiran ada industri yang juga haus minyak Solar," tambahnya.

Menurut Andy, jika subsidi hanya kepada BBM dengan disparitas yang cukup tinggi, maka akan sulit untuk mencapai sasaran. Subsidi seharusnya kepada orang untuk produktivitas. Sehingga orang yang tadinya tidak mampu dengan adanya subsidi bisa berproduksi.

"Jadi bagi BPH Migas, dengan disparitas yang semakin kecil itu semakin baik karena pengawasannya akan lebih baik dan tepat sasaran kepada sektor pengguna yang lebih berhak," tandas Andy.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement