Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi Minyak Chevron Turun 15 Ribu Barel/Hari

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Rabu, 22 Mei 2013 |15:32 WIB
Produksi Minyak Chevron Turun 15 Ribu Barel/Hari
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

BANDUNG - Kasus bioremediasi yang menjerat PT Chevron Pacific Indonesia menyebabkan penurunan produksi sampai 15 ribu barel. Namun, penurunan produksi tersebut hanya sebatas perkiraan semata.

Deputi Pengendalian Penunjang Operasi Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Muliaman mengaku penurunan produksi minyak mentah tersebut tidak disampaikan secara eksplisit pada SKK Migas.

"Chevron enggak menyampaikan ke SKK Migas, dia enggak formal sampaikan ke kami ada penurunan produksi karena bioremediasi tersebut," jelas Muliaman di Trans Hotel, Bandung, Rabu (22/5/13).

Menurutnya, secara alamiah produksi Cevron memang mengalami penurunan sebesar 11-12 persen karena faktor teknis engenering, karena peralatan atau pipanya yang sudah tua sehingga menyebabkan penurunan produksi.

"Penurunan tidak murni disebabkan bioremediasi tapi memang secara alamiah mengalami penurunan 11-12 persen terkait dengan peralatan yang sudah tua, pipanya bocor," tukas dia.

Seperti diketahui, Ricksy Prematuri didakwa korupsi terkait proyek bioremediasi PT CPI di sejumlah lokasi di Riau. Ricksy adalah Direktur PT Green Planet Indonesia yang menjadi rekanan Chevron dalam proyek bioremediasi itu.

Namun kejaksaan menuding proyek bioremediasi itu hanya akal-akalan saja, sehingga negara dirugikan hingga USD6 juta lebih. Tapi, sebaliknya, sejumlah ahli hukum pidana dan ahli keuangan negara menilai tidak terjadi kerugian negara dalam perkara ini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement