Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Pipa PGN Bocor

PLN Gunakan 4.629 Kl BBM untuk PLTGU Muara Tawar

Rezkiana Nisaputra , Jurnalis-Kamis, 23 Mei 2013 |15:58 WIB
PLN Gunakan 4.629 Kl BBM untuk PLTGU Muara Tawar
PLTGU Muara Karang. (Foto: Kementerian ESDM)
A
A
A

JAKARTA - Bocornya jaringan pipa transmisi offshore SSWJ jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membuat pasokan gas berhenti. Alhasil, PT PLN (Persero) mengaku terpaksa harus menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) di PLTGU Muara Tawar, Bekasi.

Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, berhentinya pasokan gas dari PGN membuat perseroan tidak bisa menggunakan gas sama sekali.

"Artinya, Muara Tawar harus pakai BBM lagi sebanyak 4.620 kiloliter dan potensi penghematan yang hilang USD2,8 juta per hari," ujar Suryadi di Jakarta, Kamis (23/5/2013).
 
Dia menjelaskan, pada saat kejadian pipa bocor pada Selasa 22 Mei, PLN masih bisa menggunakan gas untuk PLTGU Muara Tawar. Namun, sejak Rabu 23 Mei, pembangkit di Bekasi itu terpaksa harus mengonsumsi BBM. Di sisi lain, dalam kontrak jual beli gas antara PLN dan PGN tidak ada klausul pengenaan denda jika PGN gagal memasok gas.

Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban PGN atas hilangnya potensi penghematan PLN. PGN harus bertanggung jawab karena perseroan membeli gas dengan harga cukup tinggi USD10,4 per juta british thermal unit (mmbtu).

"Kami akan minta PGN membuat pernyataan tertulis mengenai kejadian ini dan akan disampaikan ke pemerintah. Nanti kita lihat apakah pemerintah akan memberikan ganti rugi atas kejadian ini," tegasnya.

Apalagi, menurut dia ketiadaan pasokan dari SSWJ tersebut juga berdampak pada pencapaian target konsumsi BBM PLN. Suryadi mengungkapkan, PLN mendapat alokasi BBM sebesar 6,2 juta kl tahun ini dengan asumsi pasokan gas ke PLTGU Muara Tawar tidak boleh terganggu.

"Pasca-bocornya pipa PGN, pembangkit tersebut justru harus mengonsumsi BBM 4.620 kl," tandasnya.

Seperti diketahui, pipa transmisi SSWJ mengalami kebocoran pada pukul 10.40 WIB, Selasa 21 Mei dengan munculnya gelembung udara sebagai indikasinya. Kebocoran terjadi di SSWJ jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi di kilometer point 138-139 berdekatan dengan Pulau Damar pada kedalaman 23 meter di bawah permukaan laut.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement