JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan usulan target dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 untuk penurunan susut (losses) jaringan sektor kelistrikan nasional dari asumsi awal 2013 sebesar 8,70 persen menjadi 8,50 persen.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman menyampaikan, sebagai upaya penurunan susut di sektor kelistrikan pemerintah menerapkan road map guna mendukung pencapaian tersebut.
"Kami meningkatkan kualitas jaringan distribusi, sampai penambahan trafo distribusi sisipan baru," ungkap Jarman, saat Rapat Dengar Pendapat di DPR, Jakarta, Kamis (23/5/2013).
Sementara itu, untuk target penurunan susut jaringan di 2014, pemerintah menargetkan akan dapat mencapai angka 8,50 persen, dan 2015 pemerintah menargetkan 8,45 persen.
Lanjut dia mengungkapkan, sepanjang lima tahun belakangan, pihaknya bersama PT PLN (Persero) mengoptimalkan peran distribusi listrik dan alat penunjang guna menurunkan susut jaringan di lapangan.
"Tercatat dalam periode tersebut penurunan susut jaringan mencapai 0,3-0,5 persen dengan mengoptimalkan peran pembangkit dan penunjang kelistrikan lainnya," jelasnya.
Guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi tersebut, Jarman juga menerapkan penerbitan pemakaian listrik, termasuk penerangan jalan umum dan pemakaian listrik. "Di samping itu kita juga mendorong penggunaan listrik prabayar," paparnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.