Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Faktor yang Buat RI Sulit Bersaing di AEC

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Jum'at, 24 Mei 2013 |12:34 WIB
5 Faktor yang Buat RI Sulit Bersaing di AEC
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia terus berbenah diri dalam menghadapi Era ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Namun, dalam persiapan tersebut ada beberapa isu-isu strategis yang harus terus diperbaiki.

Menurut Ketua ASEAN Competitivesness Institute Soy Pardede, ada lima isu strategis yang masih harus diperbaiki dalam menghadapi AEC 2015. Pertama, dia mengatakan saat ini fundamental industri Indonesia masih sangat rapuh.

"Industri yang dikembangkan pada awal 1980 tidak konsisten. Dulu merek industri otomotif ada tiga, tapi kemudian bertambah sehingga tidak satu pun yang benar-benar bisa dikembangkan," kata dia dalam seminar Kesiapan Negara-negara ASEAN dalam Menghadapi AEC 2015 di JCC, Jakarta, Jumat (24/5/2013).

Menurut Soy, tidak konsistennya Indonesia mengembangkan fundamen industri otomotif, menyebabkan merek yang akhirnya berkembang dalam negeri hanya merek-merek dari luar.

Permasalahan kedua, yakni kebijakan pemerintah yang kerap berbeda-beda. Pasalnya, sejak adanya otonomi daerah, kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus berubah-ubah. Tidak jarang aturan yang dikeluarkan berbeda-beda.

Sementara permasalahan ketiga, yakni permasalahan klasik seperti infrastruktur yang jauh dari memadai. "Infrastruktur kita yang masih kurang memadai untuk menyambut kebebasan arus investasi, arus barang dan jasa," jelasnya.

Sedangkan masalah yang keempat, adalah Kondisi pasar domestik yang tidak kompetitif, dan masalah kelima yakni kondisi sosial politik yang masih marak dengan praktek korupsi. "Sulitnya bersaing disebabkan karena kebijakan atau pengaturan yang menyulitkan untuk bersaing," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement