Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Medan, Pangsa Pasar Investasi Reksa Dana Terbesar di Luar Jawa

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Jum'at, 24 Mei 2013 |13:53 WIB
Medan, Pangsa Pasar Investasi Reksa Dana Terbesar di Luar Jawa
ilustrasi: (foto: corbis)
A
A
A

MEDAN - Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) mengaku, Kota Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, berperan penting dalam pengembangan bisnis investasi Reksa Dana di Indonesia. Pertumbuhan kelas menengah yang cukup pesat, seiring pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,2 persen, membuat Kota Medan memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan.

Ketua APRDI Denny Taher mengatakan, sejak diperkenalkan 17 tahun lalu, minat berinvestasi masyarakat di pasar modal memang masih cukup rendah, apalagi untuk produk Reksa Dana. Padahal sebagai instrumen investasi Reksa Dana menawarkan banyak keunggulan, seperti jumlah minimum investasi yang sangat variatif dan dapat disesuaikan dengan profil dan kebutuhan investor, maupun kemudahaan pengelolaan dana investasinya.

Namun, saat ini, dia mengaku kesadaran masyarakat untuk berinvestasi jangka panjang lewat produk reksadana sudah bertumbuh dengan cukup baik, sehingga harusnya dapat dioptimalkan oleh pada perusahaan pengelola reksa dana.

"Kemarin-kemarin memang investasi di sektor ini kurang dilirik. Masyarakat lebih memilih investasi di sektor riil. Tapi sekarang, dengan pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan yang kita gagas, kita sudah memiliki 191 ribu nasabah di seluruh Indonesia, dengan total investasi mencapai Rp190 triliun. Sebanyak 70 persennya memang masih berada di Pulau Jawa. Di Medan sendiri, saat ini ada sekitar 11 ribu investor, dan Medan menjadi daerah asal Investor terbesar di luar Pulau Jawa," jelasnya saat membuka Pekan Reksa Dana 2013, di Atrium Plaza Medan Fair, Kamis (24/5/2013).

Denny mengatakan, meski pertumbuhan jumlah investor baik secara nasional maupun di Sumatera Utara tumbuh cukup baik, namun masih terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah kelas menengah yang ada.

"Berdasarkan Survei McKinsey Global Institute, jumlah kelas menengah kita saat ini sudah mencapai 45 juta orang. Sementara jumlah investor hanya 191 ribu orang. Cukup kecil memang. Apalagi kalau kita bandingkan sama jumlah penduduk. Tapi kalau kita lihat pertumbuhannya sebenarnya cukup baik, di kisaran 5 persen. Itu lah makanya saat ini kita mengintensifkan upaya penggarapan pasar ritel, dengan mendekatkan perusahaan manager investasi ke masyarakat," paparnya.

Dalam rangka memaksimalkan penggarapan pangsa pasar ritel produk reksa dana ini, APRDI akan melakukan roadshow Pekan Reksa Dana 2013 di empat kota kesar di Indonesia. Di mulai dari Medan pada hari ini hingga Minggu (26/5/2013), dan kemudian di lanjutkan di Jakarta, Surabaya dan Makasar.

Gelaran itu sendiri melibatkan 15 perusahaan manager investasi, di antaranya MNC Asset Managemen, Mandiri Securitas, Cipta Dana Aset Manajemen, Batavia Prosperindo, Dana Reksa Securitas dan BNI Securitas. (wan)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement