Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Jangan Terjebak Perangkap Middle Income Trap"

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Selasa, 28 Mei 2013 |14:58 WIB
Middle Income Trap"" />
A
A
A

DEPOK - Rasio utang Indonesia saat ini berhasil diturunkan menjadi 23 persen dari Gross Domestic Proudct (GDP). Sebelumnya ratio utang Indonesia masih di angka 98 persen.

"Rasio utang 98 persen dari GDP. Maksudnya pendapatan Rp 1 juta, 98 persennya untuk bayar utang. Sekarang Rp 1 juta pendapatan yakni 23 persen bayar utang. GDP kita terhadap ratio utang terus menurun. Kelola utang baik. Walaupun nominal tinggi saya akui, tapi bisa mendorong infrastruktur," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam Seminar MP3EI di Kampus UI Depok, Selasa (28/05/2013).

Karena itu, pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi kelas menengah. Dari hanya 37,7 persen pada 2004, hingga kini mencapai 56,6 persen di 2012.

"Consuming kelas menengah ini meningkat. Membuat Indonesia jadi incaran investasi. Kelas menengah meningkat. Kekuatan 16 besar ekonomi dunia dan dihargai dunia. Menjadi kekuatan ekonomi besar di Asia," ungkapnya.

Namun Hatta menegaskan bahwa Indonesia belum berada di zona aman agar tak terjebak dalam Middle Income Trap. Jika tidak, Indonesia tak akan bisa bangkit dan menjadi bangsa unggul bersaing dengan negara maju.

"Kita harus kerja keras, agar Indonesia tak terjebak di middle income trap. Hanya 13 negara yang akan bertahan. Indonesia tak boleh masuk ke perangkap itu. Tak bangkit bersaing dengan kelas dunia. Ini tantangan yang harus kita hadapi. Krisis ekonomi global masih menghantui dunia. Bergerak ke Asia dengan kecepatan tinggi. Indonesia berada di pusaran ekonomi yang cepat harus didorong dengan science dan teknologi," tegasnya.

Sebab, lanjut Hatta, banyak negara maju seperti Eropa dan Jepang akan mengalami penuaan (aging). Sementara Indonesia pada 2030-2040 akan mengalami pertumbuhan penduduk dalam usia produktif.

"Negara - negara maju alami aging. Separuhnya mengalami penuaan. Menjadi manusia yang unggul. Atau kita tak bisa membawa manusia tersebut jadi masyarakat yang unggul, atau saya sebut the knowldege society," tutupnya. (wan)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement