Kenapa Harga Solar Lebih Murah dari Premium?

Kamis, 30 Mei 2013 17:04 wib | Dani Jumadil Akhir - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Reuters) Ilustrasi. (Foto: Reuters) JAKARTA - Dalam hitungan hari, pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebesar Rp6.500 per liter untuk premium dan Rp5.500 per liter untuk solar. Apa alasan pemerintah menaikkan dengan harga berbeda?

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengakui perbedaan harga kenaikan BBM subsidi dilihat dari aspek perekonomian Indonesia.

"Kenapa beda? Karena BBM premium yang dipakai kendaraan pribadi, sedangkan komersial kan jarang pakai premium, maka dinaikkan lebih tinggi," ujar Susilo, kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Susilo menambahkan, harga solar lebih rendah karena dipakai untuk kendaraan niaga yang berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi di Tanah Air. "Solar kan pakai angkutan umum seperti bus, angkutan barang yang akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Pemerintah sedang fokus untuk menyiapkan dana kompensasi kepada masyarakat terkait adanya rencana menaikkan harga BBM bersubsidi ini. "Sebab, saat pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi, maka pemerintah juga akan sekaligus memberikan paket dana kompensasi ke masyarakat miskin," jelas Susilo.

Susilo mengungkapkan, mengenai kepastian kenaikan harga, untuk premium akan naik Rp2.000 menjadi Rp6.500 per liter dan untuk solar naik Rp1.000 menjadi Rp5.500 per liter. "Ya kira-kira naiknya sekitar itu," tandasnya. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป