Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Per Mei 2013

Pendapatan Turun, Defisit Capai Rp25,9 triliun

Maesaroh , Jurnalis-Senin, 10 Juni 2013 |09:41 WIB
Pendapatan Turun, Defisit Capai Rp25,9 triliun
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Defisit per 31 Mei mencatatkan angka sebesar Rp25,9 triliun. Defisit tersebut telah mencapai 16,9 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN Tahun 2013 yakni sebesar Rp153,3 triliun atau setara dengan 1,65 persen terhadap produk domestic bruto (PDB).

Defisit pada Mei 2013 juga lebih besar dibandingkan April. Pada Mei, defisit baru mencapai Rp5,8 triliun. Defisit pada Mei tahun ini bahkan bertolak belakang dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pada Mei 2012, anggaran masih mencatatkan surplus sebesar Rp27 triliun.
 
Melansir Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN) Kementerian Keuangan, hal ini terjadi menyusul lebih rendahnya pendapatan dibandingkan belanja Negara. Per 31 Mei 2013, belanja Negara sudah mencapai Rp528,1 triliun sementara pendapatan Negara dan hibahnya baru menyentuh Rp502,2 triliun.

Secara keseluruhan, baik jumlah maupun prosentase pendapatan dan hibah memang lebih besar dibandingkan Mei 2012. Namun, peningkatan Cuma ada di sektor penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) dan hibah sementara penerimaan perpajakannya anjlok.

Hingga 31 Mei 2013, penerimaan perpajakan baru mencapai Rp396,7 triliun atau 33,2 persen dari target Rp1.193 triliun. Sementara pada Mei 2012 sudah menyentuh 34,9 persen dari target.

Dari sektor perpajakan, hanya cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN) yang mengalami peningkatan penerimaan dibandingkan tahun lalu. Hingga 31 Mei 2013, penerimaan cukai sudah terealisasi Rp42,7 triliun (46,4 persen) sementara penerimaan PPN  sekitar Rp137,9 triliun (32,5 persen).

Berbeda dengan perpajakan, PNBP justru mengalami peningkatan. Per 31 Mei 2013, PNBP sudah mencapai Rp104,8 triliun (31,6 persen dari target) padahal pada Mei 2012 baru 23,7 persen dari target.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement