Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBN Perubahan Alami Disorientasi

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Senin, 10 Juni 2013 |11:55 WIB
APBN Perubahan Alami Disorientasi
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) mengatakan APBN-Perubahan 2013 tidak memiliki fundamental yang baik. Pasalnya, dalam perubahan tersebut tidak ada perubahan dalam mengoptimalkan anggaran sebagai stimulus fiskal.

"APBN-Perubahan 2013 ini penuh anomali, tidak produktif dan justru membuat APBN kehilangan esensi dan mengalami disorientasi sebagai stimulus fiskal," Ungkap Eni di Apartemen Royal Park Jakarta, Senin (10/6/2013).

Eni mengatakan APBN-Perubahan 2013 menyebabkan anomali kebijakan fiskal dimana Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan, tapi defisit malah membengkak menjadi 2,48 persen terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB).

Defisit tersebut, hanya digunakan untuk menambal subsidi sebesar Rp317,2 triliun, dan belanja modal sebagai stimulus fiskal malah mengalami penurunan dari 16 persen menjadi 15,7 persen.

"Padahal, di tengah krisis global dibutuhkan kebijakan stimulus fiskal yang produktif untuk menguatkan sektor-sektor produktif seperti industri dan pertanian. Tapi dalam APBN-Perubahan, keduanya tidak mendapat insentif yang memadai," tambahnya.

Menurut Eni, APBN-Perubahan 2013 tersebut lebih kental nuansa politisnya dibandingkan dengan perannya mengoptimalkan peran stimulus fiskal. Eni mengatakan, target pertumbuhan ekonomi dan inflasi di APBNP tidak realistis. "Jika BBM dinaikkan Juni pertumbuhan ekonomi hanya 5,9 persen dan inflasi sekira 8-8,5 persen," Katanya.

Eni mengatakan, jika target inflasi dan pertumbuhan tersebut tidak tepat maka akan menyebabkan merosotnya kesejahteraan rakyat dan kebijakan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang digelontorkan pemerintahan tidak akan membantu.

"Pemerintah hanya mengubah asumsi makro ekonomi, namun tidak mengubah secara mendasar asumsi yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pendapatan," tutur dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement