Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Pemilu, Iklim Investasi RI 'Tak Ramah' Asing

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Rabu, 12 Juni 2013 |11:54 WIB
Jelang Pemilu, Iklim Investasi RI 'Tak Ramah' Asing
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menjelang pemilu pada 2014, para politikus gencar melakukan kampanye secara implisit untuk mencari pendukung. Salah satu visi yang diusung untuk mencari masa adalah nasionalisme.

Pendiri CastleAsia, sebuah perusahaan konsultan di Jakarta, James Castle, mengungkapkan bahwa saat ini ruang gerak bagi investor asing mulai dibatasi. "Ada sudah penyempitan ruang untuk investasi asing," kata dia seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (12/6/2013).

Penyempitan tersebut seperti perusahaan pertambangan asing seperti Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc yang diperintahkan untuk membayar royalti yang lebih tinggi, dan menjual saham lebih besar dalam perusahaan mereka untuk mitra lokal.

Dan mulai tahun depan, banyak perusahaan akan dilarang dari mengekspor logam baku, memaksa mereka untuk membangun kilang mahal onshore atau mengirim bijih mereka untuk diproses oleh lokal smelter.

Louisville, Yum Kentucky-berbasis Brands Inc, pemilik KFC dan Pizza Hut, memiliki lebih dari 700 outlet di Indonesia. Namun, pada Februari pemerintah berencana untuk membatasi kebanyakan pemegang waralaba restoran untuk 250 cabang untuk melindungi usaha kecil.

Meski demikian, kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini, hanya tertawa ketika ditanya mengapa Indonesia tampaknya semakin tidak ramah terhadap investor asing.

"Ini hanya sampai pemilu. Beberapa politisi melakukannya untuk mencoba dan merayu pemilih. Bersabarlah. Saat semuanya berakhir, semuanya akan kembali normal," katanya.

Karenanya, Castle mengungkapkan Indonesia masih memiliki peluang investasi yang cukup tinggi. "Ini (peluang investasi) masih terbuka lebar," tutup Castle.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement