Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebijakan Agus Marto Bertentangan dengan DPR & Politisi

Rezkiana Nisaputra , Jurnalis-Kamis, 13 Juni 2013 |14:49 WIB
Kebijakan Agus Marto Bertentangan dengan DPR & Politisi
Gubernur BI Agus Marto. (Foto: Runi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Agus DW Martowardojo, dinilai berani mengambil langkah untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 6 persen. Pasalnya, sejak Februari 2012 BI Rate ditahan di level 5,75 persen.

Managing Director & Senior Economist Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, tadinya dia menduga BI cuma berani menaikkan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi). Namun, ternyata dia keliru.

"Dengan menaikkan BI rate, artinya ini adalah keputusan yang berani yang dilakukan Gubernur BI baru, karena ini akan mengundang perhatian DPR dan politisi yang selama ini mendorong BI menekan suku bunga bank," kata dia di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Dia menilai, kenaikan BI rate tersebut merupakan sinyal yang dikeluarkan bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter enam bulan ke depan. "Dengan kenaikan BI rate ini kredibilitas BI naik," katanya.

Selain itu, kenaikan BI rate ini pasti akan direspons perbankan dengan menaikkan suku bunga kredit. Meski demikian, hal ini tidak akan terlalu berdampak bagi masyarakat.

"Kenaikan itu akan berdampak pada naiknya suku bunga bank, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat, karena selama ini suku bunga kredit sudah dua digit," imbuh dia.
    
Sementara itu, dia memperkirakan Fasbi rate akan kembali mengalami kenaikan setidaknya 25 basis poin bulan depan untuk memperkecil spread atau jarak dengan BI rate. Namun demikian, hingga akhir tahun ini tidak akan menutup kemungkinan total kenaikan Fasbi akan mencapai 100 basis poin.
    
"Kenaikan BI rate yang hanya sebesar 25 basis poin ini jarang terjadi dan hanya sekali saja, biasanya akan kembali naik di bulan berikutnya. Dengan naiknya BI rate, bunga Fasbi ada kemungkinan mengikuti naik," tutupnya

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement