JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) Rosan Roslani menuduh Bumi Plc telah merusak reputasinya. Pasalnya, sejumlah laporan yang dibuat Bumi telah merugikan dia.
Dalam suratnya kepada Bumi Plc, Rosan mengatakan laporan bahwa dia telah menerima gaji dan bonus dari BRAU tanpa prosedur yang benar merupakan hal yang tidak benar. Selain itu, dia juga membantah telah menyalahgunakan Jets BRAU.
"Jelas tuduhan itu tidak berdasar, satu memihak, dan tampaknya termotivasi oleh kebutuhan salah satu pemegang saham yang bersengketa di Bumi. Sebagai mantan Presiden Direktur BRAU dan Direktur Bumi Plc saya bertindak profesional dan sesuai dengan kepentingan perusahaan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/6/2013).
Dia melanjutkan, laporan Bumi Plc yang menyatakan dia telah menerima bonus USD3,067 juta adalah kesalahan. "Catatan yang tepat menunjukkan bahwa saya hanya menerima USD2,439 juta yang menjadikan Bumi Plc 2012 laporan keuangan sangat tidak akurat," kata dia.
Rosan juga membantah remunerasi yang dia terima tanpa sepengetahuan Komite Remunerasi Bumi Plc. Menurutnya, dokumen dalam kontrak kerjanya sebagai CEO PT Berau sudah ditandatangani oleh perusahaan Komisaris Utama.
"Laporan keuangan Bumi Plc juga gagal untuk menyebutkan bahwa Chief Financial Officer PT Berau pada saat pengunduran diri saya Desember 2012, juga duduk sebagai Chief Financial Officer Bumi Plc. Dan pada waktu itu, memberikan laporan langsung kepada CEO Bumi Plc, Ketua dan Dewan pada umumnya," katanya.
"Saya menyesal bahwa informasi yang menyesatkan dan pengumuman yang dibuat oleh Bumi Plc tidak menunjukkan adanya tuduhan tak mendasar yang merugikan tidak hanya hak-hak hukum profesional saya, tetapi juga reputasi pribadi saya," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.