Kenaikan Fasbi Tak Cukup 'Populerkan' Rupiah

|

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Kenaikan Fasbi Tak Cukup 'Populerkan' Rupiah
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan tingkat suku bunganya (BI rate) hari ini. BI Rate, telah ditahan di kisaran 5,75 persen sejak Februari tahun lalu, lantaran inflasi dinilai masih sesuai perkiraan.

Namun, adanya gejolak di pasar valuta asing telah membuat rupiah bergerak liar. Bahkan, rupiah telah menembus level psikologis yang dikhawatirkan investor, yakni Rp10 ribu per USD.

Guna meredam nilai tukar ini, maka BI telah menaikkan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi) 25 basis poin, dari 4 persen menjadi 4,25 persen. Gubernur BI Agus Martowardoyo mengatakan, pertimbangan Fasbi dinaikkan adalah sebagai salah satu sinyal kepada pasar bahwa pihaknya merespons perkembangan yang ada.

Meski sudah naik, namun pengamat ekonomi dari UGM Tony Prasetyatono mengatakan kebijakan BI ini kurang berpengaruh untuk memopulerkan kembali rupiah. "Saya yakin kebijakan menaikkan Fasbi 25 basis poin kurang memberi dampak ke rupiah," kata dia kepada Okezone, Kamis (13/6/2013).

Menurutnya, jika memang ingin menstabilkan pergerakan rupiah, maka yang dibutuhkan adalah kenaikan suku bunganya. "Yang dibutuhkan adalah menaikkan BI rate. Saya rekomendasikan naik 25 basis poin dulu menjadi 6 persen, jika belum efektif naikkan lagi menjadi 6,25 persen," ucap dia.

Menurutnya, pasar sudah meminta kenaikan suku bunga simpanan di bank, karena ekspektasi inflasi dalam APBN-Perubahan sudah di atas 7 persen. Karenanya, orang menjadi malas menyimpan uangnya di bank karena akan menerima negative real interest rate (suku bunga deposito di bawah ekspektasi inflasi).

"Akibatnya, mereka berburu dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi ada tanda-tanda perekonomian AS membaik, dan quantitative easing di-rem (oleh the Fed)," tukas dia.
(mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    WIKA Bangun Proyek Gedung Senilai Rp220 Miliar