JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatatkan penjualan listrik dalam tiga bulan terakhir rata-rata mencapai 10,13 persen. Adapun penjualan listrik paling tinggi, berada di wilayah Indonesia Timur.
"Untuk Maret 9 persen, April 10 persen, Mei 10 persen. Jadi dalam tiga bulan terakhir rata-rata masih 10,13 persen, dengan yang tertinggi di Indonesia timur yang mencapai 15-20 persen," kata Direktur Operasi PLN Vickner Sinaga di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Vickner menjelaskan, dengan adanya penjualan listrik yang rata-rata mencapai 10,1 persen terdapat maka penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah tersebut berkurang drastis.
"Berita baiknya, penggunaan solar subsidi untuk PLTU di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat 0 persen," jelas Vickner.
LVickner mengungkapkan, hal ini merupakan terobosan PLN untuk menghemat konsumsi BBM bersubsidi dengan menggunakan sumber energi lainnya yang masih cukup banyak.
"Kita punya kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sana sekitar 700 megawatt (mw), dulu 360 mw pakai BBM (Solar), sekarang BBM nya 0 persen. Diganti dengan penggunaan energi batubara dan air," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.