JAKARTA - Selain PT Pertamina (Persero) yang melakukan nota kesepahaman dengan perusahaan minyak asal Negara Papua Nugini, PT PLN (Persero) pun melakukan nota kesepahaman kerjasama untuk mengekspor listrik ke daerah perbatasan.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, pihaknya akan mengekspor listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp di daerah Jayapura.
"Jadi di dareah perbatasan, kita ekspor kecil-kecilan ke sana dengan kapasitas cuma 2 megawatt (mw). Kira-kira tahun depan selesai konstruksi dan ekspor, karena perlu nyari jaringan distribusi," ungkap Nur kepada wartawan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (18/6/2013).
Nur menjelaskan, PLTU Holtekamp berkapasitas 2x10 mw. Namun untuk masalah harga, Nur mengakui belum dibicarakan pasalnya ini baru pembicaraan awal.
"Belum kita bicarain, baru pembicaraan awal. Tapi yang jelas listrik ini tidak disubsidi, kalau ekspor sudah pasti bukan listrik subsidi, kita ngambil sedikit," jelasnya.
Nur mengungkapkan, total kapasitas pembangkit listrik di Jayapura sekitar 40 mw, sedangkan untuk beban puncak di Jayapura 57 mw, kemudian daya mampu 61 mw, nanti akan ada tambahan dari PLTU Holtekamp 2X10 mw.
"Nanti kita mau bagi listrik 2 mw ke daerah perbatasan. jarak dari garis batasnya itu 25 km dari Holtekamp ke perbatasan, kemudian dari perbatasan 45 km ke Provinsi Javalimo. itu kesepakatan hanya 2 mw. Kemudian masih ada Genyem 2X10 mw juga," jelasnya.
Nur menargetkan, daerah perbatasan pada tahun depan sudah dapat dilistriki. Dia memberikan alasan untuk mengekspor listrik karena akan membantu kedua negara untuk menerangi daerah-daerah yang belum dapat listrik.
"Di sana enggak kelebihan, yang penting kan Jayapura tidak kekurangan listrik meskipun rasio elektfikasi masih kecil. Namun di Papua itu Jayapura ada listrik, tapi di sana juga ada perkampungan yang enggak ada jalan. Bagaimana, masa dipaket listriknya, kan perlu ada jaringan. Kampung itu juga masih sodara-sodara orang di Jayapura, cuma terpisah border. Ini listrik persahabatan aja, tapi enggak rugi dan enggak subsidi," pungkas Nur. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.