Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IPO, Saratoga Pasang Harga Saham di Bawah Target

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 19 Juni 2013 |13:03 WIB
IPO, Saratoga Pasang Harga Saham di Bawah Target
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya memasang harga saham perdana (initial public offering/IPO) di harga Rp5.500 per saham. Harga ini tampaknya berada di bawah target perseroan, yakni di kisaran Rp6.100-Rp7.800 per lembar saham.

Saratoga juga cuma melepas sebanyak 271,3 juta lembar saham, setara dengan 10 persen dari total saham perseroan. Padahal, perseroan sebelumnya membuka peluang untuk melepas 15 persen sahamnya ke publik.

Seperti dilansir dari keterangan tertulis perseroan, Rabu (19/6/2013), maka nilai IPO Saratoga menjadi Rp1,49 triliun.

Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan untuk melunasi utang ke PT Saratoga Sentra Business sekira USD50 juta atau Rp483,5 miliar. Sisa dana hasil penawaran perdana saham digunakan untuk melunasi utang seiring akuisisi saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk sebesar Rp359,4 miliar, dan untuk mendanai kegiatan investasi terutama dalam tiga sektor investasi kunci yaitu sumber daya alam, infrastruktur, dan produk jasa layanan konsumen.

Dalam rangka penawaran perdana saham ini, perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT Deutsche Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT UBS Securities Indonesia. Apabila terjadi kelebihan pemesanana saham dalam penawaran perdana saham maka pemegang saham penjual memberikan opsi kepada UBS AG cabang Hong Kong sebagai manajer stabilitasi.

Penjamin pelaksana emisi efek dan para penjamin emisi efek melakukan penjatahan dengan melakukan penjatahan lebih sampai 64,63 juta saham.

Adapun tanggal efektif IPO ini sudah didapat pada 18 Juni 2013, masa penawaran pada 19-21 Juni, penjatahan pada 24 Juni 2013 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Juni 2013.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement