JAKARTA - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan Indonesia akan memasuki urutan ke lima dalam ekonomi dunia pada tahun 2030 apabila masalah korupsi cepat diselesaikan.
"Saat ini ekonomi kita menduduki posisi sudah di 16, di 2020 perkiraan ekonomi kita posisi 10, lalu di 2030 akan berada di posisi 7-5. Tapi tergantung kita semua, tergantung korupsi masih banyak atau tidak, tergantung penegakan hukum masih adil atau tidak," ungkap Gita di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (19/6/2013).
Gita menjelaskan, saat ini dengan pertumbuhan ekonomi kita sebesar 6 persen, apabila iklim investasi tidak teganggu di 2030 diperkirakan PDB ekonomi Indonesia sebesar USD6,7 triliun.
"Kalau kita akumlasikan dari 2012 ke 2030 akumulalsi PDB kita bisa mencapai USD60 Triliun atau sekitar Rp600.000 triliun, coba bayangkan angka seperti itu, Indonesia dahsyat banget," tegas Gita.
Menurut Gita, ini harus dilakukan dengan cara yang baik dengan segala usaha yang terkait. "kita enggak perlu gontok-gontokan. Kita enggak perlu brantem, yang penting kita lakukan dengan cara oke," jelasnya.
Menurut Gita, total kue ekonomi 2030 yang diperkirakan sebesar USD60 triliun lebih banyak dikonsumsi untuk barang dan jasa sebesar 60 persen.
"Dari 60 persen aja sudah sebesar Rp360.000 triliun, namun untuk Perbankan kita harus lebih giat, buka cabang dan perbanyak atm. Paradigama kita harus di ubah, harus menjadi ekpsortir efisien yang artinya eksportir pertanian, manufaktur serta sektor lain," katanya.
"Coba bayangkan Rp600 ribu trilun, orang kaya seperti Bill Gates bisa lahir di Flores, orang kaya bisa lahir dari sabang sampe Merauke. Tapi ini kapan? Kita harus jaga iklim investasi di Tanah Air," pungkasnya. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.