>

Bekasi Punya 1.800 Tenaga Asing

Rabu, 26 Juni 2013 - 14:27 wib | Djamhari - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Bekasi Punya 1.800 Tenaga Asing
BEKASI - Jumlah tenaga kerja asing yang bakal menjadi sasaran Perda Izin Memperpanjang Tenaga kerja Asing (IMTA) ternyata jauh dari dugaan. Berdasarkan data dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) pada tahun lalu, di Kabupaten Bekasi hanya terdapat sekitar 1.800 tenaga kerja asing dari 440 perusahaan.

Jumlah tenaga kerja asing dari ratusan perusahaan tersebut tidak sebanding dengan realita dari jumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi yang kini mencapai sekitar 4 ribu. Ternyata, tenaga kerja asing yang bakal menjadi sasaran Perda yang baru disahkan tersebut, terkatagori ekspatriat yang hanya bekerja di satu wilayah.

"Kalau tenaga asing bekerja di Kabupaten Bekasi maka retribusi ke pemerintah daerah, tapi kalau tenaga asing bekerja di dua wilayah di Jawa Barat maka retribusinya masuk ke provinsi, dan kalau bekerja antar provinsi maka retribusinya ke pusat," ungkap Kepala Bidang Perluasan Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi, Robet Suwandi, Rabu (26/6/2013).

Dia mengatakan, jumlah tenaga kerja asing yang menjadi target Perda IMTA bersifat dinamis. Artinya, meski telah ditetapkan jumlah ekspatriatnya, namun saat penarikan retribusinya bisa berbeda.

"Jumlahnya sudah ketahuan, tapi tidak bisa juga dihitung secara matematis kalau hasilnya nanti sekian, karena bisa saja dari beberapa tenaga asing itu ada yang berpindah kerja. Tapi kita berharap jumlah tenaga asing yang bekerja di Kabupaten Bekasi semakin bertambah," ucapnya.

Penarikan retribusi tenaga kerja asing sudah berjalan sejak sosialisasi Perda IMTA dilakukan. Retribusi sebesar USD100 per orang per bulan untuk per jabatan langsung disetorkan pihak perusahaan ke kas daerah melalui Bank Jabar Banten (BJB).

"Sambil sosialisasi penarikan retribusinya juga sudah berjalan. Jadi tenaga asing harus memperpanjang izinnya paling tidak 30 hari sebelum izinnya habis, lamanya pengurusan apa bila dipandang sudah lengkap itu selama tiga hari. Nanti perusahaan diberikan tanda buktinya," ungkap Robet.

Robet melanjutkan, secara langsung dilakukan pihak Disnakertrans Kabupaten Bekasi berkoordinasi dengan Kemenakertrans. Pada pengawasannya, Bidang Pengawasan bisa langsung mengecek secara personal tiap tenaga asing melalui perusahaan tempatnya bekerja.

"Bisa saja kita lakukan itu dengan hasil data dari Kemenakertrans, nanti bisa ketahuan apakah tenaga asing itu sudah memperpanjang perizinannya atau belum. Tapi yang lebih penting itu agar terciptanya suasana yang kondusif supaya jumlah tenaga kerja asing selalu bertambah," terangnya.  (mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemegang Kartu ATM BRI Naik 59,8%