Anjloknya Rupiah Mulai "Teror" Pasar Global

Rabu, 14 Agustus 2013 11:27 wib | Widi Agustian - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Setkab) Ilustrasi. (Foto: Setkab) JAKARTA - Anjloknya nilai mata uang India, rupee, telah mengguncang pasar keuangan global beberapa waktu terakhir. Tapi sekarang ini, perhatian pelaku pasar tertuju ke mata uang Indonesia, Rupiah.

Credit Agricole memperingatkan Rupiah kemungkinan bisa anjlok seperti rupee. Senior Asia ex-Japan Strategist Credit Agricole Dariusz Kowalczyk menyatakan, kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat dan meroketnya inflasi sama seperti kondisi di India sekarang ini.

Selain itu, kondisi current account yang defisit dan low foreign exchange reserves menjadi tantangan bagi India.

"Fundamental ekonominya menggambarkan kondisi ekonomi India tengah menurun, tapi Rupiah telah jatuh cukup dalam dan harusnya bisa menguat lagi," ucap Dariusz Kowalczyk seperti dilansir dari CNBC, Rabu (14/8/2013).

Nilai rupee telah turun sampai 13 persen atas dolar Amerika year to date. Rekor terendahnya tercatatnya sampai 61,87 per USD pada pekan lalu.

Sementara nilai tukar rupiah sudah turun sampai 7 persen sepanjang tahun ini, rupiah pun ditransaksikan di posisi Rp10.285 per USD. Agricole memperkirakan, rupiah bakal menyentuh level Rp10.400 per USD. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป