>

Anjloknya Rupiah Mulai "Teror" Pasar Global

|

Widi Agustian - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Setkab)

Anjloknya Rupiah Mulai
JAKARTA - Anjloknya nilai mata uang India, rupee, telah mengguncang pasar keuangan global beberapa waktu terakhir. Tapi sekarang ini, perhatian pelaku pasar tertuju ke mata uang Indonesia, Rupiah.

Credit Agricole memperingatkan Rupiah kemungkinan bisa anjlok seperti rupee. Senior Asia ex-Japan Strategist Credit Agricole Dariusz Kowalczyk menyatakan, kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat dan meroketnya inflasi sama seperti kondisi di India sekarang ini.

Selain itu, kondisi current account yang defisit dan low foreign exchange reserves menjadi tantangan bagi India.

"Fundamental ekonominya menggambarkan kondisi ekonomi India tengah menurun, tapi Rupiah telah jatuh cukup dalam dan harusnya bisa menguat lagi," ucap Dariusz Kowalczyk seperti dilansir dari CNBC, Rabu (14/8/2013).

Nilai rupee telah turun sampai 13 persen atas dolar Amerika year to date. Rekor terendahnya tercatatnya sampai 61,87 per USD pada pekan lalu.

Sementara nilai tukar rupiah sudah turun sampai 7 persen sepanjang tahun ini, rupiah pun ditransaksikan di posisi Rp10.285 per USD. Agricole memperkirakan, rupiah bakal menyentuh level Rp10.400 per USD. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Analisa Ekonomi

      UMKM Pendorong Ekonomi Nasional

      Pemerintah akan menerbitkan regulasi terkait perizinan satu lembar untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM)

    • Analisa Ekonomi

      Refleksi MP3EI

      Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

    • Analisa Ekonomi

      Harga BBM dan MEA 2015

      Media massa ramai memberitakan wacana kenaikan harga BBM bersubsidi. Namun hingga kini belum ada kejelasan kapan dan berapa besaran kenaikan harga BBM.

    • Analisa Ekonomi

      Berkaca pada Deflasi di Zona Euro

      Pemulihan ekonomi Zona Euro kembali menghadapi ancaman serius ketika tiga kekuatan ekonomi terbesarkawasanitupada Julilalu mencatatkan kinerja di luar perkiraan Bank Sentral Eropa (ECB).

    • Analisa Ekonomi

      Makna Kemerdekaan dalam Transisi Kepemimpinan

      Hari Kemerdekaan Ke-69 RI tahun ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan transisi kepemimpinan nasional.

    Baca Juga

    Menteri ESDM Sebut Petral Tidak Akan Dibubarkan