Tahun 2014 Bebas dari Masalah Inflasi

Rabu, 25 September 2013 18:57 wib | Dina Mirayanti Hutauruk - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Kepala Ekonom  PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto memperkirakan, inflasi tidak akan menjadi masalah pada tahun 2014. Pasalnya, puncak inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah berakhir di bulan Agustus 2013.

"Mungkin tahun depan satu persoalan yang udah selesai itu inflasi krn puncaknya inflasi akibat kenaikan BBM telah berakhir pada bulan Agustus kemarin, September ini inflasi akan turun dan kemungkinan akan deflasi,” kata Ryan dalam acara diskusi dengan wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Ryan mengatakan inflasi pada awal tahun 20144 akan kembali ke pola normal dan persoalan inflasi tidak akan terjadi karena sudah akan menghadapi dua peristiwa besar yakni pemilihan umum (Pemilu) DPR dan Pemilu Presiden. Sehingga tentu tidak akan ada yang berani membuat kebijakan yang bisa memicu inflasi demi tujuan politisnya.

Namun, Ryan mengatakan meski persoalan inflasi tidak akan ditemukan pada tahun 2014 masih banyak persoalan-persoalan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia. Dia mengatakan penyelesaian ketergantungan akan impor belum selesai dan itu masih akan terus berlanjut hingga tahun depan. Sehingga defisit transaksi berjalan masih akan terus berlangsung.

"Tidak mudah menyelesaikan defisit transaksi berjalan itu, butuh waktu. Jadi tahun depan itu masih akan menjadi masalah," tukasnya.

Selain itu, sambung Ryan, gejolak nilai tukar Rupiah juga masih akan terus berlangsung hingga 2014. Dia mepmerkirakan nilai tukar Rupaiah akan berada di kisaran Rp11.000-Rp11.500.
(wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »