Desa dengan Dataran Datar Sulit Dilakukan Pemetaan

\Desa dengan Dataran Datar Sulit Dilakukan Pemetaan\
Foto: joshpeace.co.uk

JAKARTA - Mayoritas desa di Indonesia masih sering kali rawan akan konflik. Adapun konflik yang terjadi biasanya bukan terkait masyarakat antar desanya, melainkan perebutan batas daerah dan sumber daya yang ada di desa tersebut.

Kepala Pusat Standarisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial BIG Suprajaka mengatakan beberapa daerah yang sering kali konflik itu biasanya desa yang memiliki kekayaan seperti perkebunan, pertanian, pertambangan hingga pariwisata. (Baca juga: Badan Geospasial Bantu Perbaiki Tata Ruang dan Wilayah Antar-Desa)

"Misalnya Lampung, itu ada. Tapi enggak hanya Lampung saja, semua daerah yang ada usaha-usaha itu biasanya muncul konflik terkait dengan penguasaan," ucapnya saat ditemui dalam FGD Pemetaan Desa, di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Untuk itu ke depannya, jika pemetaan desa atau penentuan batas tadi sudah ada, maka tidak akan ada lagi terjadinya konflik. Pemetaan desa tadi harus ditetapkan secara bersama-sama dengan desa yang ada di sekitarnya.

"Nah ini yang harus sudah ada, perlu waktu, ketika ada peta citra indikatifnya secara katrometris," imbuh dia.

Namun demikian, pemetaan desa ini sulit dilakukan karena ada sejumlah kendala yang menjadi rintangan di lapangannya. Daerah dengan dataran cenderung datar (flat), biasanya akan agak sulit untuk dibuat pemetaannya. Lain halnya dengan suatu desa yang datarannya memiliki gunung ataupun sungai. (Baca juga: Pengembangan Kota Hijau Upaya Terwujudnya Permukiman Berkelanjutan)

"Tetapi daerah perbukitan, batasnya bukit. Daerah sungai, batasnya sungai. Itu biasanya agak lebih cepat (pemetaannya). Biasanya kalau sungai itu agak berkelok-kelok, itu potensi konflik. Tapi kita indikasikan, daerah mana yang berpotensi terjadi konflik biasanya ya itu di kawasan perkebunan, pertambangan, izin yang tidak begitu jelas atau petanya belum tersedia, dan di sana ada usaha yang masuk. Nah itu biasanya muncul konflik," tuturnya.

(rzk)