Banjir Stimulus, Pertumbuhan Properti hingga Akhir 2016 Belum Pulih

\Banjir Stimulus, Pertumbuhan Properti hingga Akhir 2016 Belum Pulih\
Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Sejumlah stimulus yang digelontorkan oleh pemerintah seperti pelonggaran rasio Loan to Value (LTV), suku bunga, serta kredit pemilikan rumah (KPR) inden kedua dinilai menjadi pemicu yang bisa menggerakkan kembali bisnis properti. Kendati demikian stimulus tersebut tidak serta-merta langsung terdampak terhadap industri ini.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, hingga akhir 2016 industri ini diperkirakan belum benar-benar pulih. (Baca juga: Disposable Income, Faktor Utama Penggerak Industri Properti)

"Tidak cukup waktunya untuk langsung pulih, karena sekarang orang masih demam tax amnesty, masih banyak yang belum menguasai benar, jadi banyak orang yang wait and see," kata Adrianto di IDX Channel, Rabu (21/9/2016).

Sehingga, lanjut Adrianto, pulihnya industri properti ini baru terlihat pada awal 2017. Pasalnya para pemilik uang menilai sudah saatnya untuk membeli properti.

"Karena pemilik uang merasa sudah saatnya dan menganggap properti masih jadi salah satu investment tool yang menjanjikan," ujarnya.

Dia menambahkan, perlambatan properti yang terjadi dinilainya menjadi momentum yang tepat untuk berinvestasi. (Baca juga: Siklus Properti Diperkirakan Bangkit di Semester II)

"Ketika kondisi properti melambat seperti ini, sebetulnya bukan menghindari investasi tapi saatnya beli karena harganya secara umum terkoreksi," tambahnya.

(rzk)