Pariwisata Jadi Andalan Belitung untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

\Pariwisata Jadi Andalan Belitung untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\
Ilustrasi : Shutterstock

BELITUNG TIMUR - Anjloknya harga timah beberapa tahun lalu berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan Belitung hingga saat ini. Pasalnya, kawasan ini merupakan salah satu pusat penghasil timah terbesar di Indonesia.

Untuk itu, saat ini daerah Belitung tengah berbenah. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, Belitung kini tak lagi bergantung pada komoditas timah.

Regional CEO Bank Mandiri Sumatera II (Sumbar Jambi Sumsel, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung) Ridwan mengatakan, saat ini Belitung mulai membidik sektor pariwisata untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Sebab, sektor pariwisata ini merupakan salah satu sektor yang dianggap tahan terhadap guncangan ekonomi global.

"Lalu ini ada pariwisatanya dan ini akan menjadi pilihan kami (untuk menyalurkan kredit)," ujarnya di Kota Manggar, Belitung Timur, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, sektor pariwisata di Belitung telah menunjukkan geliatnya saat ini. Hal ini terlihat dari meningkatnya pertumbuhan kredit pada sektor infrastruktur.

"Pariwisata naik 30,69 persen, kalau secara wilayah naik Rp62,9 miliar secara year on year. Paling besar itu tubuhnya retail dan mikro," imbuhnya.

Bahkan, untuk kontribusi secara wilayah, pariwisata Belitung juga menyumbang angka yang cukup besar, yaitu mencapai 36,1 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor pariwisata telah mulai tumbuh dan menggantikan dominasi timah pada pembangunan ekonomi Indonesia.

"Kontribusi sektor pariwisata, kalau kita lihat sektor kontribusi secara lebih luas untuk sektor wilayah, total 36,1 persen dengan jumlah Rp9,5 triliun," tutupnya.

(rai)