Efek Multiplier Tax Amnesty ke Penyaluran Kredit Capai 10 Kali Lipat

\Efek Multiplier Tax Amnesty ke Penyaluran Kredit Capai 10 Kali Lipat\
Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Program tax amnesty atau pengampunan pajak merupakan salah satu program andalan pemerintah untuk meningkatkan likuiditas perbankan. Nantinya, program ini juga diyakini oleh pemerintah dapat meningkatkan kredit perbankan secara nasional.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, efek multiplier dari dana tax amnesty yang diperoleh dapat mencapai 10 kali lipat dari total dana yang diraih. Misalnya saja, dana tax amnesty melalui repatriasi yang diperoleh adalah sebesar Rp500 triliun, maka perputaran kredit dalam jangka panjang dapat mencapai Rp5000 triliun.

"LDR (kredit dibanding pendanaan) perbankan nasional 90 persen kan, kita punya harapan di tax amnesty. Jadi salah satu yang diharapkan perbankan, itu likuiditas perbankan misalnya ya meningkat karena tax amnesty dan ini akan memberikan efek multiplier yang luar biasa," kata Rohan di Kota Manggar, Belitung Timur, Kamis (22/9/2016).

"Misalnya Rp1 bisa menjadi Rp10 untuk kredit. Misal nanti ada Rp500 triliun, berarti bisa jadi Rp5000 triliun dana yang bisa disalurkan untuk kredit," jelasnya.

Hal ini merupakan hitung-hitungan untuk efek multiplier yang akan dirasakan secara nasional oleh masyarakat. Sebab, selama ini bisnis perbankan memang adalah menggunakan uang dari debitur untuk nasabah yang membutuhkan kredit.

"Tapi jangan tanya, misalnya saya punya tabungan Rp50 juta salurin ke siapa kreditnya? Saya enggak tahu. Misalnya kalau saya pinjam China 100 dan kemudian saya pakai kredit untuk yang lainnya, mungkin enggak pakai uang China lagi. Ya enggak mungkin. Jadi enggak bisa saya tentukan," tutupnya.

(rai)