Agus Marto Prediksi Fed Rate Naik 1 Kali di 2016

\Agus Marto Prediksi Fed Rate Naik 1 Kali di 2016   \
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ekonomi global berpotensi tumbuh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya disertai dengan penurunan volume perdagangan dunia yang cukup signifikan. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2016 diperkirakan lebih rendah dari perkiraan semula, seiring dengan masih lemahnya investasi.

“Lemahnya pemulihan ekonomi AS dan masih tingginya ketidakpastian yang membayangi ekonomi AS mengakibatkan dipertahankannya suku bunga kebijakan AS atau Fed Fund Rate (FFR) dan diperkirakan hanya akan mengalami kenaikan satu kali pada tahun 2016,” papar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2016 diperkirakan lebih rendah dari perkiraan semula, seiring dengan masih lemahnya investasi.

Seperti diketahui, Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu 21 September 2016 waktu setempat mempertahankan suku bunga federal fund di posisi 0,25-0,50 persen. Keputusan itu diambil di tengah data ekonomi AS yang lemah dan inflasi yang lesu.

Baca : The Fed Pertahankan Suku Bunga di 0,25-0,5%

"Komite menilai bahwa alasan untuk meningkatkan suku bunga Fed telah menguat, tetapi memutuskan, untuk saat ini, menunggu bukti lebih lanjut kemajuan berikutnya menuju targetnya," ulas komite pembuatan kebijakan Fed dalam pernyataan yang dirilis setelah pertemuan dua hari.

Sementara itu, masih lemahnya aktivitas investasi dan konsumsi di Eropa, semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi Eropa. Potensi pelemahan ekonomi juga dialami Tiongkok, sejalan dengan melambatnya investasi, pengeluaran pemerintah, dan masih lemahnya konsumsi. Di pasar komoditas, harga minyak dunia menurun, sejalan dengan terus meningkatnya produksi minyak OPEC. Sementara itu, harga beberapa komoditas ekspor Indonesia sedikit membaik, terutama CPO.

(dni)