Periode I Tax Amnesty Diperpanjang 2 Bulan?

\Periode I Tax Amnesty Diperpanjang 2 Bulan?\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyepakati perpanjangan batas waktu periode pertama pengimplementasian program tax amnesty yang habis pada akhir September 2016.

Hal tersebut diungkapkan Pakar Ekonomi dari UGM Toni Prasetyantono usai bersantap siang bersama Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Toni menyebutkan, jangka waktu penerapan tax amnesty yang dimulai sedari Juli 2016 sampai Maret 2017 dianggap terlalu mepet. Hal tersebut bertolak belakang dengan animo para pengusaha yang banyak mengikuti program tersebut.

Adapun, penerapan periode pertama tax amnesty dimulai tiga bulan pertama dari awal diimplementasikan dengan skema 1 persen untuk repatriasi, 2 persen untuk deklarasi dalam negeri, dan 4 persen untuk deklarasi luar negeri. Untuk periode berikutnya hanya tinggal dihitung dua kali lipat saja atau dikalikan dua.

"Pak Presiden kelihatannya sependapat dengan kita, yakin, bahkan mungkin, apakah diundur satu bulan atau akhir tahun, tapi itu pasti," kata Toni.

(Baca Juga: Bertemu Jokowi, Ekonom Minta Pemerintah Perpanjang Periode I Tax Amnesty)

Perpanjangan waktu periode pertama tax amnesty juga akan bisa menampung investasi dari negara-negara lain yang dianggap produk-produknya telah melebihi kapasitas, bisa dialihkan ke Indonesia.

Alasannya untuk memperpanjang, kata Toni, kesiapan pemerintah dalam menerapkan kebijakan ampunan pajak terlalu pendek dan Direktorat Jenderal Pajak juga dianggap belum siap 100 persen, sehingga banyak menimbulkan bermacam persepsi.

"Dari sisi pelaku usaha, peserta tax amnesty, itu perlu konsolidasi. Kalau hartanya macem-macem, itu perlu konsolidasi, perlu dihitung dulu, mungkin ada RUPS. Jadi perlu waktu. RUPS saja perlu waktu 1 bulan sebelum RUPS," tambahnya.

Adapun, lanjut Toni, perpanjangan waktu hanya dilakukan pada periode pertama saja, yang diharapkan paling sedikit satu bulan. "Kalau sampai akhir tahun menurut saya sih kelamaan, jadi itu takutnya mereka malah meremehkan, atau malah molor-molor, mending mungkin satu bulan menurut saya cukup," tukasnya.

(dni)