Defisit Anggaran Melebar, Reputasi Indonesia Meluntur di Mata Investor

\Defisit Anggaran Melebar, Reputasi Indonesia Meluntur di Mata Investor\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintahan Kabinet Kerja telah menetapkan bahwa akan terjadi pelebaran defisit anggaran sebesar 0,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam APBNP 2016.

Sebelumnya, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati target defisit dalam APBNP 2016 sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35 persen dari PDB. Pada saat Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan langsung merombak APBNP 2016 dengan menaikkan defisit menjadi 2,5 persen dari PDB.

"Karena tambahan defisit itu mau enggak mau tambahan utang, itu akan mengurangi reputasi Indoensia di mata investor, itu resikonya," kata Pakar Ekonomi dari UGM Toni Prasetyantono di Komplek Istana, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Risiko lainnya, kata Toni, penerbitan surat utang seperti obligasi akan lebih sulit lantaran kuponnya akan lebih mahal dari yang biasanya. Meski demikian, Toni menyadari, pelebaran defisit 0,2 persen tidak bisa dihindari lagi, lantaran jika APBN terlalu ketat akan berdampak tidak baik juga terhadap perekonomian.

Toni menyebutkan, defisit yang melebar 0,2 persen juga masih dalam batas aman bagi pemerintah menambah utang. "Karena total utang peemrintah masih 27 persen, jadi masih jauh, katakanlah Jepang 200 persen, AS tinggi, China tinggi. Cuma kita tetap harus konservatif. Tapi kalau 2,5-2,7 itu masih enggak nabrak 3 persen. Tapi enggak terlalu ketat sekali APBNnya. Memang dilematis, tapi menurut saya masih oke," tukasnya.

(dni)