Subsidi Listrik Dipangkas, Agus Marto: Fiskal Jadi Lebih Sehat

\Subsidi Listrik Dipangkas, Agus Marto: Fiskal Jadi Lebih Sehat\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam Rapat Panitia Kerja (Panja), Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menetapkan pagu subsidi listrik dalam RAPBN 2017 sebesar Rp44,98 triliun atau lebih rendah dari usulan awal Rp48,56 triliun.

Pemangkasan subsidi listrik ini di sambut baik oleh Bank Indonesia (BI). Gubernur BI Agus Martowardojo menilai pemangkasan subsidi listrik akan membuat fiskal lebih sehat.

"Kita lihat bahwa ada diskusi tentang subsidi khususnya subsidi listrik kelihatannya ada penyesuaian, dan itu bagus karena akan buat fiskal lebih sehat," kata Agus di Gedung BI, Kamis (22/9/2016).

Selain itu, lanjut Agus, pemangkasan subsidi listrik ini akan membuat harga administered price atau harga yang diatur pemerintah lebih sehat.

"Harga yang ada dari administered price mencerminkan kondisi yang lebih sehat, dan ini tentu akan berdampak pada kinerja 2017," tukasnya.

Nantinya, subsidi listrik akan diberikan untuk 23,15 juta pelanggan kurang mampu dengan rincian sebanyak 19,1 juta merupakan pelanggan 450 va dan 4,05 juta adalah pelanggan 900 va.

Data pelanggan yang berhak menerima subsidi sebanyak 23,15 juta tersebut mengacu pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), dari keseluruhan 45,1 juta pengguna listrik dari PLN.

Selain itu, rapat Panja juga menyetujui penetapan subsidi elpiji tiga kilogram sebesar Rp20 triliun atau mengalami penurunan dari usulan awal dalam RAPBN 2017 sebesar Rp29 triliun.

Namun, rapat Panja menolak usulan pemerintah atas pemberian subsidi bagi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar Rp1,1 triliun, dengan alasan subsidi lebih ideal diberikan untuk masyarakat miskin. Dengan demikian, pemerintah akan mencari insentif untuk pengembangan EBT bagi kelangsungan program kerja PLN dari pagu belanja lainnya.

(rzy)