Pasar Saham Indonesia Akan Kedatangan Emiten Asal Malaysia

\   Pasar Saham Indonesia Akan Kedatangan Emiten Asal Malaysia   \
BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Realisasi kerjasama dual listing antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Bursa Efek Malaysia masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab rencana itu bertentangan dengan Undang-Undang Pasar Modal yang mengharuskan perusahaan asing yang ingin mencatatkan sahamnya di sini berbentuk PT.

Kendati begitu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menegaskan, bahwa pihaknya dengan Bursa Efek Malaysia telah sepakat setidaknya untuk merealisasikan progres kerjasama tersebut tahun ini. Dia juga mengungkapkan bahwa setidaknya tahun ini ada satu emiten Malaysia yang tercatat di pasar modal Indonesia, begitu juga sebaliknya.

"Karena kita sudah MoU dengan Malaysia-nya. Untuk follow up dari MoU itu apa nih yang bisa direalisasikan, kemarin sudah kita bicarakan ya kemungkinan ada satu tahun ini," ujar Samsul di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Namun, Samsul belum bisa menyebutkan emiten apa yang masuk dalam radar incaran BEI. Kendati begitu dirinya memastikan bahwa BEI lebih memilih emiten Malaysia yang masuk dalam kategori syariah. Sebab tujuan utama dari kerjasama itu memang BEI ingin menggaet emiten syariah di Malaysia.

"Belum diputuskan, tapi kalau yang tahap awal mungkin yang syariah dulu. Karena kita kan mau mengembangkan dunia keuangan syariah di awal," pungkasnya.

(mrt)