Pacu Bisnis Properti, Ciputra Grup Bakal Merger Anak Usaha

\Pacu Bisnis Properti, Ciputra Grup Bakal Merger Anak Usaha\
Ilustrasi: marxlayne

JAKARTA –Tekan efisiensi dan memacu bisnis properti lebih agresif lagi, grup Ciputra tengah mematangkan rencana merger tiga perusahaan publiknya. PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) dan PT Ciputra Property Tbk (CTRP) akan melebur ke PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada bulan Desember tahun ini. Kabarnya, perseroan menggunakan laporan keuangan Juni 2016 sebagai dasar valuasi untuk perhitungan aksi merger tersebut.

Dengan begitu, perseroan memiliki tenggat hingga akhir tahun ini untuk melakukan merger tersebut. Tulus Santoso, Direktur CTRA mengatakan, saat ini perseroan masih belum mempublikasikan laporan keuangan Semester I 2016 lantaran masih dalam tahap audit. “Laporan keuangan sedang diaudit. Ada penjajakan untuk melakukan merger di akhir tahun," ujar Tulus di Jakarta, kemarin.

Rencananya, teknis rencana merger ini akan diumumkan pada bulan Oktober mendatang. Setelah itu, perseroan akan melakukan meminta restu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nantinya, merger akan dilakukan dengan cara CTRA menerbitkan saham baru, kemudian ditukarkan dengan saham CTRS dan saham CTRP.

Sebagai informasi, PT Ciputra Development Tbk tengah mengembangkan properti segmen menengah bawah di Jabodetabek. Disebutkan, perseroan menjajaki pembentukan perusahaan patungan alias joint venture (JV) untuk mengembangkan 13,5 hektare (ha) lahan di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Nantinya, Ciputra akan bekerjasama dengan Multivision Group dan Gamaland Group untuk membangun hunian vertikal murah di kawasan ini. Targetnya, korporasi patungan tiga perusahaan tersebut terbentuk tahun ini.

Harun Hajadi, Direktur Ciputra Group pernah mengatakan, pihaknya akan mengembangkan apartemen murah di atas lahan ini dengan menyasar pekerja di kawasan industri Pulo Gadung. "Sekitar 20 persen dari apartemen yang akan dikembangkan ditujukan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Harun.

Jumlah apartemen yang akan dikembangkan di lahan ini bisa mencapai 16.000 unit yang akan dijual dengan harga sekitar Rp10 juta -Rp15 juta per meter persegi. Proyek ditaksir akan memakan investasi Rp4 triliun. Harun mengatakan, pihaknya belum menetapkan siapa dari Grup Ciputra yang akan mengambil alih kerja sama ini. "Belum diputuskan siapa yang maju apakah PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) atau anak usaha yang lain," ujar Harun.

Proyek baru yang akan segera diluncurkan Ciputra Grup di Jabodetabek tahun ini di antaranya Citraland Cileungsi seluas 86 hektare (ha). Proyek ini merupakan kerja sama yang akan dikembangkan CTRA. CTRA juga akan meluncurkan apartemen Fatmawati di atas lahan 4,8 ha. PT Ciputra Properti Tbk (CTRP) akan merilis satu tower apartemen September 2016 mendatang di kawasan Satrio, Jakarta Selatan. Ini merupakan bagian dari pengembangan Ciputra World II. CTRP akan meluncurkan 607 unit apartemen dengan harga sekitar Rp35 juta per m2.

Tahun ini, Grup Ciputra menargetkan marketing sales Rp9,3 triliun. Hingga akhir Mei, grup properti ini baru mencatatkan pra penjualan Rp2,6 triliun. Demi menopang pencapaian marketing sales, Ciputra Group akan merilis tujuh proyek baru. Lima di antaranya dari CTRA yakni Perumahan Citra Graden Hills Samarinda seluas 54 ha, Citra Garden Angsana Samarinda 20 ha, Citra Aerolinck Batam 21 ha, Citraland Cileungsi dan proyek Fatmawati.

(rzk)