BTN Telah Salurkan Rp9,5 Triliun untuk KPR Subsidi

\BTN Telah Salurkan Rp9,5 Triliun untuk KPR Subsidi \
Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Program satu juta rumah per tahun yang dicetuskan Presiden Joko Widodo telah berjalan sejak April 2015. Hingga kini 480 ribu unit rumah sudah berdiri yang tersebar di seluruh lahan Indonesia.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) merupakan salah satu bank penyalur dana subsidi KPR (Kredit Pemilikan Rumah), baik KPR Subsidi maupun non-subsidi. Sejak awal 2016 hingga data terakhir pada 19 September 2016, total realisasi KPR subsidi adalah Rp9,5 triliun.

"Jadi total realisasi KPR subsidi BTN sejak 1 Januari sampai dengan September adalah 87.415 unit, dengan total kredit Rp9,5 triliun lebih," kata Business and Sales Departement Head BTN Budi Permana.

Khusus penyaluran dana KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), sejak awal tahun sampai September, BTN sudah menggelontorkan dana Rp8,1 triliun lebih, dengan jumlah debitur 74.705 unit. Sedangkan pemerintah membantu pembiayaan sebesar Rp7,3 triliun lebih.

Berbeda lagi dengan KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB). Budi menjelaskan kembali, bahwa KPR SSB tidak dibantu dana oleh pemerintah. BTN telah menyalurkan dana sebanyak Rp1,3 triliun untuk 12.710 unit debitur.

"Kenapa SSB itu tidak ada dana FLPP-nya? Karena untuk KPR SSB semuanya pakai dana bank," katanya.

Lebih rincinya, data realisasi KPR Subsidi BTN per 1 Januari hingga 19 September 2016, jenis kreditnya berupa KPR Sejahtera FLPP dan KPR SSB.

KPR Sejahtera FLPP, jumlah debiturnya untuk 74.705 unit rumah. Maksimal kredit yang disalurkan BTN adalah Rp8.193.759 triliun. Nilai FLPP-nya Rp 7.374.383 triliun.

Sedangkan KPR SSB, jumlah debiturnya untuk 12.710 unit rumah. Maksimal kredit yang disalurkan BTN untuk jenis kredit ini adalah Rp1.377.688 triliun, tanpa nilai FLPP.

(rzk)