Tax Amnesty Bergulir, Hati-Hati Harga Properti Bisa Melompat

\Tax Amnesty Bergulir, Hati-Hati Harga Properti Bisa Melompat\
Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Euforia tax amnesty yang menumbuhkan optimisme di kalangan pelaku usaha properti, ternyata program tersebut juga bisa berdampak negatif terhadap salah satu sektor riil ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, dampak negatif tax amnesty bisa menghantam properti kelas menengah bawah dengan ikut terkerek naiknya harga suatu properti.

"Ini harus hati-hati ketika ini naik semua pemerintah udah siap belum untuk mengantisipasi terkereknya harga rumah menengah bawah karena kena dampak dari tax amnesty ini," ujar Ali dalam diskusi media, di Jakarta, Kamis (22/9/2016). (Baca juga: Tax Amnesty Harus Diiringi Insentif Berinvestasi di Sektor Properti)

Antisipasi tersebut bisa dilakukan pemerintah, lanjut Ali salah satunya dengan membentuk bank tanah. Pasalnya bank tanah bisa menjadi pengendali harga tanah.

"Kalau pemerintah enggak ada bank tanah harga itu enggak akan terkendali lagi, ada dua sisi kan pemerintah tanggung jawab ke public housing tapi itu sampai saat ini belum ada," kata Ali.

Ali mengatakan, dengan bank tanah pemerintah nantinya bisa mengendalikan harga tanah yang bisa menyebabkan harga properti komersil terjaga. Pasalnya pemerintah tidak bisa mengintervensi harga dari properti komersil. (Baca juga: Broker Properti Menanti Penetapan UU Tax Amnesty)

 

"Ketika harga sudah tinggi secara nasional mestinya pemerintah bisa mengendalikan harga tanah dengan bank tanah. Karena kalau pemerintah ngasih batasan harga ke pasar komersil itu enggak bisa, komersil enggak bisa diintervensi," ucapnya.

Sementara itu menurut Presiden Direktur Synthesis Development Budi Yanto Lusli menambahkan, bahkan jika tax amnesty sudah berjalan stabil dampaknya bisa membahayakan harga yang tidak hanya terkerek tapi melompat.

"Tapi bahayanya harga bisa melompat bukan lagi terkerek pelan-pelan. Itu yang harus diantisipasin," tambah Budi.

(rzk)