90% Kasus Pidana Korupsi Hasil Pemeriksaan BPK

\90% Kasus Pidana Korupsi Hasil Pemeriksaan BPK\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan hampir 90 persen hasil pemeriksaan laporan keuangan merupakan kasus tindak pidana korupsi. Sayangnya, hasil sedemikan besarnya, tidak membuat BPK diketahui posisi peranannya.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) BPK RI, Hendar Ristriawan mengatakan, itu terjadi karena selama ini peranan BPK tidak terpublikasi di depan publik dikarenakan ada turut campurnya aparat penegak hukum. Alhasil, seolah-olah itu hasil penemuan hasil aparat penegak hukum tersebut, bukannya laporan hasil pemeriksaan BPK.

"Ini posisi yang sering kali BPK tidak begitu dikenal terhadap hasil-hasilnya. Padahal kita punya data hampir 90 persen kasus pidana korupsi itu adalah hasil pemeriksaan BPK," ucapnya di Balai Diklat BPK, Yogyakarta, Jumat (23/9/2016).

Namun demikian, kata dia, BPK tidak bisa mengklaim bahwa hasil pemeriksaan tersebut sebagai hasil pemeriksaan milik BPK. Sebab, tidak ada bukti kuat yang bisa membantu bahwa laporan tersebut merupakan hasil pemeriksaan BPK.

"Dari mana itu buktinya BPK?" tuturnya.

(dni)