Dengan Holding, BUMN Jadi Lebih 'Seksi' untuk Cari Pendanaan

\Dengan Holding, BUMN Jadi Lebih 'Seksi' untuk Cari Pendanaan\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

TANJUNG PANDAN - Holdingisasi sektor perbankan merupakan salah satu rencana dari Kementerian BUMN yang saat ini masih terus dikaji. Rencana ini dianggap sebagai salah satu jawaban agar perbankan di Indonesia dapat menjadi salah satu yang terbesar di kawasan regional Asia Tenggara, bahkan Asia.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan mengatakan, rencana holdingisasi ini tak hanya akan berdampak pada efisiensi anggaran operasional. Sebagai Badan yang dimiliki oleh negara, maka perusahaan BUMN nantinya dapat terlepas dari ketergantungan dengan Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Lebih efisien sama lebih seksi untuk mencari funding. Kan, kita gabung dari pusat, averagenya bisa tinggi. Itu bisa juga untuk mengurangi PMN juga," ujarnya di Belitung, Jumat (23/9/2016).

Tak hanya itu, rencana holdingisasi ini nantinya juga dapat memperkuat kedudukan Indonesia di dunia internasional. Khususnya untuk perusahaan switching yang tengah dibentuk, Indonesia pun bisa terbebas dari ketergantungan dengan perusahaan asing yang selama ini menjadi penyedia infrastruktur bank untuk melakukan transaksi.

"Saya lupa feenya tapi setiap transaksi visa kartu debet kita gesek itu kita kena cash sekian persen kita bayarkan kepada visa sebagai pengelola switching company. Switching company itu kan misalnya dari sini tembak ke rekening sana, isi rekening sini. Jadi dia cuma menyediakan infrastuktur IT," ujarnya.

"Masa kita enggak bisa buat sih. Makanya tahun ini harus sudah jadi. Jadi total belum, tapi tahun ini sudah bergerak lah," tutupnya.

(rzy)