Luhut Yakin Potensi Cadangan Minyak Tersisa 100 Miliar Barel

\Luhut Yakin Potensi Cadangan Minyak Tersisa 100 Miliar Barel\
Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah masih optimistis cadangan minyak Indonesia mencapai 100 miliar barel. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan pendataan ulang mengenai potensi cadangan minyak.

Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan melakukan pendataan ulang pada 2017. Hal ini juga sejalan dengan telah direvisinya pokok-pokok PP Nomor 79 Tahun 2010 yang mengatur tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Luhut menjelaskan, pendataan ulang potensi cadangan minyak Indonesia dengan melakukan 2D seismik yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

"Kita akan melihat potensi migas lebih banyak, kita masih yakin potensi minyak masih 100 miliar barel," kata Luhut di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Luhut menyebutkan, data terbaru mengenai cadangan minyak nantinya juga akan membuat pemerintah lebih mudah menawarkan hal tersebut kepada para investor.

Adapun, kata Luhut, pendataan ulang cadangan minyak ini lebih difokuskan pada wilayah laut dalam (deep water) yang berada di Indonesia Timur. Industri hulu migas Indonesia cukup menantang, di mana untuk menghasilkan 3,5 miliar barel ooil ewuivalent (BOE), kontraktro harus melakukan drilling hampir 500 sumur. Selain itu, sisi rasio kesuksesa (success rate) Indonesia hanya di atas Kamboja, Myanmar dan Filipina yang success raten-nya sekitar 39 persen, dan tingkat pengembalian investasi kontraktor untuk proyek di Indonesia masih berada di bawah Myanmar, dan sedikit di atas Vietnam.

"Kita akan cari ekuilibrium di mana semua pihak bisa menikmati," tambahnya.

Lanjut Luhut, proses pendataan ulang ini akan melibatkan setidaknya 17 kapal. Bahkan, jika mendesak, pemerintah siap melakukan pendataan dengan 3D seismik.

"Lebih dari itu kita lihat potensial segera, tak menutup 3D seismik dengan demikian data yang kita tawarkan lebih jelas," tukasnya.

(dni)