Punya 3,5 Miliar Barel, Cadangan Minyak Indonesia Terancam Habis

\Punya 3,5 Miliar Barel, Cadangan Minyak Indonesia Terancam Habis\
Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Pemerintah menyadari cadangan minyak Indonesia terancam habis jika para kontraktor tidak melakukan eksplorasi wilayah kerja baru. Pasalnya, cadangan minyak Indonesia saat ini sudah mencapai 3,5 miliar barel.

"Mengenai 2020 kalau tidak ada aksi apa-apa declining," kata Luhut di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Luhut menyebutkan, cadangan minyak Indonesia yang tinggal 3,5 miliar barel akan habis dalam waktu beberapa tahun saja.

Saat ini, kata Luhut, pemerintah mengupayakan untuk melakukan pendataan ulang mengenai potensi cadangan minyak nasional. Sebab, Luhut optimistis potensi cadangan minyak Indonesia masih 100 miliar barel.

"Studi seismik itu jadi penting selain insentif," kata dia.

Untuk menggencarkan eksplorasi, pemerintah telah merevisi PP Nomor 79/2010 yang mana banyak fasilitas yang diberikan pemerintah kepada para kontraktor.

Berikut pokok-pokok perubahan revisi PP 79/2010:

-Diberikan fasilitas perpajakan pada masa eksplorasi yaitu PPn impor, bea masuk, PPN dalam negeri dan PBB.

-Dberikan fasilitas perpajakan pada masa eksploitasi yaitu PPn impor, bea masuk, PPN dalam negeri dan PBB (ganya dalam rangka pertimbangan keekonomian proyek).

-Pembebasan PPh pemotongan atas pembebanan biaya operasi fasilitas bersama (cost sharing) oleh kontraktor dalam rangka pemanfaatan barang milik negara di bidang hulu migas dan alokasi biaya overhead kantor pusat.

-Adanya kejelasan fasilitas non fiskal seperti investment credit, depresiasi dipercepat, DMO holiday.

-Konsep bagi hasil penerimaan negara sliding scale di mana pemerintah mendapatkan bagi hasil lebih apabila terdapat windfall profit.

(dni)