Industri Makanan Olahan di Belitung Turut Menggeliat

\Industri Makanan Olahan di Belitung Turut Menggeliat\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

TANJUNG PANDAN - Siapa yang tak kenal Belitung. Kawasan yang tiba-tiba melejit pasca meledaknya novel dan film Laskar Pelangi ini kini telah menjadi ikon pariwisata tanah air. Dikelilingi lautan yang juga penghubung Sumatera dan Kalimantan, daerah ini berhasil memikat banyak minat wisatawan.

Belitung, begitu masyarakat setempat menyebutnya, juga memiliki daya tarik sebagai salah satu wisata sejarah. Pasalnya, pada era Hindia Belanda, kawasan ini menjadi salah satu daerah tambang timah.

Bahkan, hingga saat ini jejak sejarah tersebut masih dapat dilihat. Terdapat salah satu danau di Belitung yang dahulunya adalah bekas daerah tambang timah peninggalan Belanda.

Pesona ini tentunya menjadi salah satu kesempatan bagi Belitung untuk mengembangkan ekonomi daerah tersebut. Meskipun sempat diterpa rendahnya harga timah, namun sektor pariwisata inilah yang berhasil menyelamatkan Belitung dari krisis ekonomi global.

Hadiyanto, salah seorang pengusaha olahan udang mengatakan, berkat sektor pariwisata, usahanya turut berkembang pesat. Apabila sebelumnya hanya memperoleh penghasilan dari pesanan masyakarat sekitar, kini usahanya lebih terfokus pada oleh-oleh untuk para wisatawan.

"Berkat ada pariwisata ini menggeliat. Banyak yang pesan untuk oleh-oleh. Tidak seperti sebelumnya," kata Hadiyanto di Belitung, Jumat (23/9/2016).

Bahkan, tak jarang dirinya mengalami kesulitan untuk memenuhi pesanan dari wisatawan. Bisnisnya pun kini telah dikenal hingga ke luar Provinsi Bangka Belitung.

"Sudah sampai Surabaya juga. Tapi kalau untuk ekspor belum," imbuhnya.

Kini, pria yang pernah mengajukan hak paten untuk proses fermentasi olahan udang pada tahun lalu ini memperoleh penghasilan di luar yang dibayangkan sebelumnya. Menurutnya, penghasilan perbulannya pun mencapai Rp80 juta.

"Kita buka juga jaringan online ke pasar. Jadi juga bisa menjual secara online. Ini mulai berkembang juga berkat program LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) untuk teratasi dari udang olahan," tutupnya.

(rzy)