Investor Lebih Milih Cari Minyak di Brunei daripada Indonesia

\Investor Lebih Milih Cari Minyak di Brunei daripada Indonesia\
Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyadari investor migas saat ini lebih memilih Brunei Darusalam dibandingkan Indonesia dalam mencari cadangan minyak.

Dirjen Migas Kementerian IGN Wiratmaja Puja mengatakan, ketertarikan investor asing mencari minyak di negara-negara tetangga lantaran kegiatan eksplorasi di Indonesia memiliki risiko yang sangat besar, bahkan tingkat pengembalian investasi (IRR) tidak ekonomis.

"Brunei masih lebih menarik dari kita, Brunei lebih atraktif dari kita," kata Wirat di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Wirat menegaskan, langkah pemerintah merevisi PP Nomor 79 Tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Bisa mengembalikan minat investor asing untuk melakukan eksplorasi di Indonesia.

Sebab, revisi tersebut memberikan berbagai fasilitas pajak bagi pelaku industri hulu migas, tingkat keekonomian dan juga IRR meningkat. Untuk IRR meningkat 2,38 persen menjadi 15,6 persen per tahun dari yang sebelumnya 11,59 persen.

"Kalau di rate IRR di 15-an persen kan hampir sama dengan Malaysia, Vietnam, dan sebagainya," tambahnya.

Berikut pokok-pokok perubahan revisi PP 79/2010:

-Diberikan fasilitas perpajakan pada masa eksplorasi yaitu PPn impor, bea masuk, PPN dalam negeri dan PBB.

-Dberikan fasilitas perpajakan pada masa eksploitasi yaitu PPn impor, bea masuk, PPN dalam negeri dan PBB (ganya dalam rangka pertimbangan keekonomian proyek).

-Pembebasan PPh pemotongan atas pembebanan biaya operasi fasilitas bersama (cost sharing) oleh kontraktor dalam rangka pemanfaatan barang milik negara di bidang hulu migas dan alokasi biaya overhead kantor pusat.

-Adanya kejelasan fasilitas non fiskal seperti investment credit, depresiasi dipercepat, DMO holiday.

-Konsep bagi hasil penerimaan negara sliding scale di mana pemerintah mendapatkan bagi hasil lebih apabila terdapat windfall profit.

(rzy)