Menakar Potensi Bisnis Properti di Surabaya Barat

\Menakar Potensi Bisnis Properti di Surabaya Barat\
Ilustrasi: Okezone

SURABAYA - Pembangunan properti sepanjang tahun ini dan beberapa tahun ke depan akan mengarah ke Surabaya Barat. Minimnya lahan tersisa di Surabaya Timur, selatan, ataupun utara menjadikan Surabaya Barat sebagai lokasi paling masuk akal untuk penyediaan rumah serta apartemen.

Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menuturkan, untuk pembangunan rumah saja sudah tidak mungkin dilakukan di luar Surabaya Barat. Jadi, para pengembang larinya tetap ke wilayah barat untuk menyediakan pilihan hunian. “Kami masih punya sekitar 600 hektare lahan yang siap dibangun di Surabaya Barat,” ujar Sutandi.

Dia melanjutkan, harga lahan di Surabaya Barat terus mengalami kenaikan. Semua itu tak bisa dilepaskan dari banyaknya pembangunan perumahan baru serta pemanfaatan lahan menjadi perkantoran ataupun hotel. Harga lahan bisa naik 100 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, menjadi waktu yang paling tepat bagi user untuk membeli rumah di Surabaya Barat. Sebab, kenaikan harga properti mulai membaik dan menuju puncaknya pada akhir tahun ini. Pihaknya memprediksi awal 2017 menjadi titik puncak kenaikan harga properti.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim Soepratno menuturkan, untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang lokasinya di Surabaya sudah tidak mungkin dilakukan. Sebab, harga tanah di berbagai wilayah di Kota Pahlawan sudah sangat mahal.

“Ini fakta yang menyebabkan banyak pengembang sudah tak mampu lagi beli lahan di Surabaya. Harganya sudah sangat tinggi, termasuk lahan yang ada di Surabaya Barat,” jelasnya.

(rzk)