Hotel Tanpa Izin Harus Dirobohkan

\Hotel Tanpa Izin Harus Dirobohkan\
Ilustrasi: Shutterstock

YOGYAKARTA – Hukuman bagi investor hotel di Kota Yogyakarta yang melanggar peraturan daerah (perda) harus diperberat. Selama ini sanksi tersebut masih tergolong ringan karena hanya dijerat pasal tindak pidana ringan (tipiring).

Khusus kasus proyek hotel tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), di Jalan Aipda Tut Harsono, Umbulharjo. Sang investor hanya terancam hukuman tiga bulan kurungan atau denda maksimal Rp50 juta sesuai Pasal 91 Perda 2/2012 tentang Bangunan Gedung.

Pengamat Hukum Administrasi Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Richo Andi Wibowo berpendapat perlunya terobosan hukum oleh majelis hakim yang menyidangkan perkara. Sebabnya, secara perundangan, hukuman maksimal memang sesuai dengan yang tercantum dalam Pasal 91 Perda 2/2012.

“Hukuman maksimal itu hampir sama di tiap daerah. Jadi jika ingin memberikan efek jera, harus ada terobosan penjatuhan hukuman dari hakim, ada semacam hukuman tambahan di luar hukuman pidana yang diatur dalam perda,” kata Richo.

Hukuman tambahan yang dimaksud adalah investor dihukum merobohkan konstruksi bangunan dengan mengembalikan kondisi lahan seperti semula dengan biaya sendiri. Atau pembongkaran dilakukan oleh Satpol PP namun biaya tetap dibebankan kepada investor.

“Hukuman tambahan atas perintah dari majelis hakim. Saya rasa adanya hukuman tambahan perlu dipikirkan agar di kemudian hari tak ada lagi investor yang dengan sengaja melanggar aturan,” ujarnya.

Menurutnya, jika ingin memperberat sanksi dalam perda, membutuhkan proses yang lama karena harus mengubah isi perda sehingga tidak efektif jika ingin secepatnya memberikan efek jera bagi investor nakal.

Sementara itu, meski telah mencabut IMB Hotel Grand Timoho, namun ternyata Dinas Perizinan membuka peluang bagi investornya untuk mengajukan IMB lagi tanpa harus menunggu moratorium pendirian hotel baru di Kota Yogyakarta berakhir pada 31 Desember 2017 mendatang.

Kabid Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta, Setiono mengungkapkan, investor Hotel Grand Timoho mengajukan IMB sebelum diberlakukannya moratorium pada 1 Januari 2014.

“Dicabut karena dia mencuri start, permohonan awal hanya satu lantai tapi konstruksi bangunannya akan dibangun enam lantai. Tapi jika ingin ajukan IMB lagi, bisa (tanpa menunggu moratorium selesai) tapi persyaratan dimulai lagi dari awal dan harus lengkap,” katanya.

Adanya kemudahan pemberian izin bagi para investor hotel setelah IMB dicabut, Setiono mengaku sudah sesuai dengan aturan. Namun, kemudahan itu berlaku bagi 104 hotel yang sudah mengajukan izin sebelum berlakunya moratorium. Dari jumlah tersebut, saat ini sudah 87 berkas yang sudah diterbitkan IMB.

Sementara 17 berkas lain masih dilakukan pencermatan lantaran sejumlah persyaratan belum sesuai. Namun demikian, pihaknya tetap akan memberi sanksi bagi investor Grand Timoho. Selain diajukan ke pengadilan oleh Satpol PP, investor juga akan dikenai hukuman denda yang besarannya 50% dari retribusi IMB. “Perhitungan denda ada banyak komponen, termasuk menghitung luasan bangunan dan berapa tingkat,” katanya.

Rencananya, Kamis (12/10) hari ini investor hotel Grand Timoho akan diperiksa oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebelum diajukan untuk disidangkan ke Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Fenomena Gunung Es

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Supriyanto Untung mendesak Pemkot Yogyakarta menelusuri proyek bangunan lain yang diduga melanggar IMB. Temuan pembangunan hotel tak berizin di Jalan Aipda Tut Harsono disebut sebagai fenomena gunung es.

“Masih ada kemungkinan terjadi di lokasi lain. Ini seharusnya menjadi momentum dan pintu masuk untuk bersih-bersih, mengungkap kasus serupa,” katanya.

Ketua Fraksi PPP itu mengungkapkan, pada 2015 lalu dirinya sempat menemukan berbagai celah hukum yang dimanfaatkan investor hotel di Kota Yogyakarta. “Pada 2015 lalu dewan pernah membentuk tim untuk mengungkap hotel yang beroperasi tanpa izin gangguan,” ucapnya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab Danunegoro memastikan investor-investor hotel yang nakal atau tak memiliki izin lengkap tidak terdaftar sebagai anggotanya. “Syarat menjadi anggota PHRI harus melengkapi izin bangunan dan izin operasional, jika tak beres, kami tak bisa menerima sebagai anggota,” katanya.

Istijab mengaku hingga kini, masih ada 27 proyek pembangunan calon hotel yang tersebar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Dengan jumlah hotel berbintang yang telah mencapai 116 hotel, Istijab minta Pemkot Yogyakarta memperpanjang moratorium hingga 2019. “PHRI ingin moratorium di kota sampai 2019, sama dengan Sleman. Tapi kemarin hanya diperpanjang setahun, sampai Desember 2017,” ujarnya.

(rzk)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.