PERISKOP 2017: Mimpi Ingin Membeli Rumah dengan Harga Terjangkau

\PERISKOP 2017: Mimpi Ingin Membeli Rumah dengan Harga Terjangkau\
Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Hampir tiga tahun sudah Program Sejuta Rumah bergulir. Hingga Oktober 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi hanya menyentuh 401.150 unit rumah baru yang bisa terbangun. Angka ini baru 40% dari target satu juta unit rumah baru tahun ini.

Masih minimnya realisasi Program Sejuta Rumah diakibatkan berbagai macam hal. Hal yang paling utama adalah sulitnya para pengembang untuk mendapat lahan dengan harga terjangkau. Tidak hanya itu saja, masalah minimnya fasilitas ketersediaan pasokan tenaga listrik dan sumber air juga menjadi faktor penghambat lainnya.

Saking sulitnya mendapat lahan, para pemerintah daerah (pemda) pun diminta untuk semakin mempertegas aturan terkait detail tata ruang dan peraturan zonasi, terutama dalam hal pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kenyataan yang terjadi saat ini adalah jika zonasi telah ditentukan sama sekali tidak dibangun rumah untuk MBR, justru malah dimanfaatkan khusus untuk pembangunan rumah mewah.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan seharusnya yang terjadi adalah membiarkan para pengembang masuk pada satu daerah dan membangun rumah terlebih dulu, baru kemudian ditetapkan oleh pemda untuk kelak menjadi kawasan hunian kelas menengah bawah misalnya.

"Jadi kalau zoning-nya enggak ada yang khusus, jadi rumah khusus mewah atau menengah. Misalnya, kuning tua atau warna apapun itu khusus untuk rumah menengah bawah," ujarnya dalam Forum Ekonomi Nusantara bertajuk 'Peran Perbankan dalam Mendukung Sektor Properti sebagai Lokomotif Perbankan', di Jakarta, belum lama ini.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, besaran pungli untuk biaya perizinan membangun rumah berkisar 10%-20% dari harga jual rumah. Untuk itu, dia mendesak pemerintah untuk terus membasmi pungli yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia ini.

"Harga rumah MBR hanya Rp100 jutaan, berarti kalau rumah mewah Rp1 miliar itu ya hanya seper sekian persennya. Artinya mereka (oknum pungli) 'disubdisi' oleh pengembang-pengembang ini," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menetapkan harga jual rumah bersubsidi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 113/PMK.03/2015. Tentu harga ini akan berbeda dengan rumah komersial yang harganya mengikuti mekanisme pasar.

Sekadar diketahui, harga jual rumah subsidi di Pulau Jawa (luar Jabodetabek) hingga akhir 2016 tercatat Rp116,5 juta. Angka tersebut dipastikan akan naik mulai awal Januari 2017 menjadi Rp123 Juta. Ketetapan batasan ini berlaku juga untuk wilayah Sumatera kecuali Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Menurut CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, kenaikan harga jual rumah subsidi setiap tahunnya tersebut dinilai wajar. Sebab, kenaikan berdasarkan perhitungan nilai inflasi daripada bahan bangunan itu sendiri.

"Kenaikan wajar sih. Jadi gini, kalau bagusnya subsidi. Tapi dari sisi kewajaran 5% itu dari bahan bangunan, itu wajar," ujarnya kepada Okezone, belum lama ini.

Namun, ketika penyesuaian harga jual tanah justru malah menaikkan harga lahan atau tanah, baru itu dipandangnya sebagai sesuatu hal yang tidak wajar.

"Kalau dari eskalasi ada penyesuaian dari harga tanah, itu yang tidak wajar," tuturnya.

Sementara harga jual rumah subsidi yang tertinggi masih dipegang oleh Papua dan Papua Barat. Ini dikarenakan mengingat sulitnya memasok bahan bangunan sampai ke provinsi yang berada di ujung Timur Indonesia ini. Untuk 2017, harga jual rumah subsidi dibanderol Rp193,5 Juta.

"Karena di sana itu biaya semen mahal. Itu ekonomis. Indeks konstruksi paling mahal di Papua, karena biaya logistik ke sana juga tinggi," tukasnya.

Berikut harga jual rumah subsidi di berbagai wilayah Indonesia seperti dikutip dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) :

1. Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)

2016: Rp116,5 juta

2017: Rp123 juta

2. Sumatera (kecuali Kep Riau dan Bangka Belitung)

2016: Rp116,5 juta

2017: Rp123 juta

3. Kalimantan

2016: Rp128 juta

2017: Rp135 juta

4. Sulawesi

2016: Rp122,5 juta

2017: Rp129 juta

5. Maluku dan Maluku Utara

2016: Rp133,5 juta

2017: Rp141 juta

6. Bali dan Nusa Tenggara

2016: Rp133,5 juta

2017: Rp141 juta

7. Papua dan Papua Barat

2016: Rp183,5 juta

2017: Rp193,5 juta

8. Kep Riau dan Bangka Belitung

2016: Rp122,5 juta

2017: Rp129 juta

9. Jabodetabek

2016: Rp133,5 juta

2017: Rp141 juta

(rzk)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.