Image

Penting, Waspadai Investasi Keuntungan Tinggi

\Penting, Waspadai Investasi Keuntungan Tinggi\
Ilustrasi: Okezone

TAHUN 2014 lalu, masyarakat dibuat heboh kehadiran arisan Mavrodi Mondial Moneybox dari Rusia. Di Indonesia, arisan ini diadopsi menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM). Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30% setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun.

Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp1 juta dan maksimal Rp10 juta. Transaksi dilakukan langsung antar anggota. Setelah mendaftar dalam waktu tigalima hari, anggota diminta mentransfer uang sesuai pilihan paket.

Akan tetapi, uang ditransfer ke dalam rekening anggota lain yang telah ditentukan dalam sistem MMM. Satu bulan kemudian, pendaftar tersebut dijanjikan mendapat bunga 30% dari uang yang disetor.

Setelah sekian bulan beroperasi, di tahun yang sama, OJK menyatakan MMM bukan produk investasi. OJK telah menerima 28 laporan dari 117 peserta MMM. Pertanyaan yang paling banyak disampaikan adalah mengenai aspek legalitas dan mekanisme pengawasan MMM.

OJK menyatakan MMM bukanlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang melakukan kegiatan usaha di sektor keuangan sebagaimana diatur dan diawasi oleh OJK, sehingga program MMM Indonesia tidak mendapatkan izin usaha.

Setelah MMM tenggelam, kini muncul E-Dinar Coin (EDC). EDC merupakan cryptocurrency (uang elektronik) yang dapat digunakan untuk membayar produk, barang dan jasa. EDC adalah mata uang crypto seperti halnya Bitcoin. Bedanya, EDC dikembangkan melalui sistem jaringan. Jenis investasi ini secara sistematis merupakan suatu model rumit yang unik dalam perkembangannya.

“Ketika ingin memiliki rekening EDC, kita harus membeli dalam bentuk rupiah dan nanti dapat koin EDC. Satu koin setara dengan Rp13.000,” kata Gatot (bukan nama sebenarnya), salah satu pemilik rekening EDC di Surabaya.

Menurut dia, investasi di EDC sangat menggiurkan. Pasalnya, dalam rentang satu bulan imbal hasil yang diperoleh bisa mencapai 20% dari modal awal. Dia sendiri sudah satu bulan ikut EDC. Awalnya dia memiliki 64 koin dan saat ini sudah berkembang menjadi 80 koin. Mengingat imbal hasil yang menjanjikan, dia mengajak sejumlah teman-temannya untuk ikut bergabung.

“Imbal hasil yang tinggi didapat karena semua transaksi masih dikendalikan oleh komunitas. Beda lagi kalau sudah dilepas ke pasar uang secara bebas, hasilnya tidak begitu tinggi,” ujarnya.

Mohammd Mahmud, mengaku pernah kehilangan uang pemilik rekening EDC Rp10 juta ketika ikut produk investasi dari Dream 4 Freedom. Pria asal Lamongan ini mengaku tertarik karena keuntungan yang ditawarkan 20% setiap bulan dari modal yang disetor. Lantaran tergiur dengan keuntungan, diapun mengabaikan legalitas dari arisan berantai sistem yang bernaung di bawah PT Promo Indonesia Mandiri tersebut. “Tapi, menginjak bulan ketiga dan keempat, sistem error terus dan hilanglah uang saya,” katanya.

Investasi dalam bentuk ragam dan jenisnya, kian akrab di masyarakat seiring tingkat pendapatan yang diperoleh. Investasi, terutama di pasar modal sangat menarik lantaran menawarkan return yang tinggi jika dibanding investasi jenis lain seperti emas dan properti. Namun begitu, nasabah harus cermat dan cerdas dalam memilih investasi jika tidak ingin rugi besar.

Pasalnya, dalam keuntungan yang tinggi, tersimpan risiko yang tinggi pula (high risk, high return). Biasanya, perusahaan investasi menawarkan produknya di saat dunia perbankan menawarkan suku bunga simpanan yang rendah. Perusahaan sekuritas itu akan menawarkan suku bunga tinggi. Bisa sampai diatas 10% hingga 20%. Perusahaan investasi ilegal alias bodong memiliki banyak modus.

Diantaranya model future trading,reksadana, obligasi, saham, properti hingga agrobisnis. Pelaku investasi bodong biasanya tetap berjalan meski sebelumnya perusahaannya ditutup lantaran tidak berizin dan merugikan nasabah. Biasanya mereka bergonta ganti nama perusahaan atau koperasi dan berpindah wilayah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 Jatim meminta masyarakat meneliti setiap penawaran investasi saham dengan imbalan pengembalian dana yang menggiurkan.

Pasalnya, banyak ditemukan perusahaan investasi yang bodong atau melakukan penipuan dengan tawaran imbal hasil tinggi. “Kami di OJK telah mencatat hampir sekitar 80 perusahaan yang menawarkan investasi adalah bodong. Jumlah itu naik dari 2015 hanya ada 30 perusahaan,” kata Ketua Bidang Pengawasan Penanaman Modal Investasi OJK KR 4 Jatim, Deddy Herlambang.

Saat ini, pihaknya mendeteksi satu perusahaan investasi ilegal di Jatim. Namanya PT Cipta Multi Bisnis Grup di Sidoarjo. Perusahaan ini memberi imbal hasil yang di luar batas kewajaran. Sayangnya, hingga saat ini pihaknya belum sempat bertemu dengan pemilik perusahaan tersebut. Pihaknya juga belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait investasi bodong.

“Kami baru dapat menyelidiki adanya perusahaan investasi ilegal setelah menerima laporan resmi dari masyarakat,” katanya.

Dia berpendapat, ada masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal di Jatim. Namun, mereka merasa malu dan takut untuk melaporkan. Tidak menutup kemungkinan pula, masyarakat tidak melapor karena masih berharap uangnya bisa kembali. Deddy berharap masyarakat yang menjadi korban investasi bodong ini berani melapor ke pihak berwenang.

Dengan adanya laporan resmi, maka OJK bersama pihak berwenang lainnya dapat segera menindak perusahaan yang merugikan masyarakat tersebut. “Kalau ada laporan ya kami tindak. Persoalannya nasabah tidak ada yang mau melapor,” keluhnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya, Dewi Sriana Rihantyasni mengakui, maraknya investasi bodong mengakibatkan rendahnya pertumbuhan jumlah investor di pasar modal.

Padahal bursa menargetkan pertumbuhan jumlah investor sekitar 12.000 nasabah hingga akhir 2017. Menurut Ana, panggilan Dewi Sriana Rihantyasni, maraknya investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar membuat masyarakat tertipu.

Padahal di satu sisi masyarakat ketika mendapat tawaran investasi selalu berorientasi pada keuntungan. “Karena ada banyak pemberitaan terkait investasi ilegal yang merugikan, sebagian masayarakat akhirnya takut berinvestasi, meskipun itu perusahaan resmi,” katanya.

OJK Kesulitan Tindak Investasi Ilegal

Akhir tahun 2016, OJK Jatim membentuk Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi. Satgas yang terdiri dari sejumlah instansi seperti kepolisian dan kejaksaan ini dibentuk untuk mencegah praktek investasi ilegal. OJK memperkuat satgas ini dengan membentuk beberapa perwakilan daerah. Satgas Waspada Investasi ini diharapkan bisa bertindak secara cepat ketika ada temuan perusahaan investasi bodong.

“Sehingga, kerugian masyarakat bisa diminimalisir sekaligus pelakunya bisa lebih mudah diproses hukum,” kata Kepala OJK Kantor Regional (KR) 4 Jatim, Soekamto. Menurut dia, model penawaran investasi ilegal atau yang diindikasikan investasi bodong menggunakan banyak modus. Mulai koperasi, bank gelap, asuransi bodong penawaran haji dan umroh yang memanfaatkan tokoh agama termasuk para ulama.

Karena itu, pihaknya merasa perlu bekerjasama dengan banyak pihak agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan ancaman penawaran investasi seperti ini. “Satgas Waspada Investasi akan lebih fokus pada pencegahan dan penanganan penawaran investasi yang diindikasikan bodong,” ujarnya.

Satgas Waspada Investasi, lanjut Soekamto, masih sulit melakukan penindakan terhadap lembaga-lembaga yang menawarkan investasi ilegal karena minimnya korban yang melapor secara resmi ke aparat penegak hukum.

“Jarang yang bersedia melapor. Karena mungkin korban malu karena berinvestasi pada lembaga yang ilegal. Kemudian terkadang korban merasa, ketika melapor uang mereka tidak akan bisa kembali,” pungkas Sukamto.

Head of Research and Customer Supports Monex Investindo Futures mengingatkan tentang banyaknya perusahaan investasi bodong. Kehadiran perusahaan abal-abal yang menipu itu tentu dapat merugikan nasabah. Untuk itu, dia mengingatkan, sebelum bertransaksi ada baiknya memeriksa ijin dari perusahaan yang bersangkutan.

“Ingat, bukan hanya ijin usaha saja tetapi juga ijin dari otoritas yang berwenang seperti OJK atau Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi),” tegasnya.

Hal lain yang juga patut dicek adalah iming-iming soal keuntungan. Dia mengakui bahwa, setiap bisnis ada risiko. Jika ada yang menawarkan bisnis dengan untung besar dan tanpa risiko, patut diduga itu hanya penipuan berkedok investasi. Misalnya ada yang menawarkan investasi dengan imbal balik sebulan sekitar 20% dari modal awal. Jumlah itu sangat tidak wajar dan tidak masuk akal. “Kalau ingin berinvestasi di perusahaan berjangka, juga harus dilihat bagaimana strategi perusahaan tersebut,” jelasnya.

Data dari OJK menyebutkan, 80 perusahaan investasi ilegal diantaranya, PT Cakra Pelita Investa, PT East Cape Mining Corporation (ECMC), PT Eka Pioneer Assetindo, PT Exist Assetindo, PT Glory Golden Indonesia, PT Golden Bird (Index Golden Bird), PT Golden Traders Indonesia Syariah. Kemudian ada PT Gracia Invexindo, PT Indoboclub, PT Indoglobal Samrey International, PT Investasi Mandiri, PT Legion Artha Mulia, Aset Profit, Best Link, Bisnis Cermat Anda, BJ City, Blak Blakan 2, BMA21 dan CV Kebun Mas Indonesia.

Selanjutnya GNR Coin, Platinum Resign, PT Alsi Investindo Utama, PT Virgin Gold Mining Corporation, PT Wein Group, Bina Usaha Mitra Sehat Sejahtera (BUMSS), Rapid Gold and Currency Exchange, Saranciptaonline, Mayagold. Ada pula Ruame, Amoeba Internasional, Talk Fusion, 2 Dollars Clubs, Number One Community, PT Inti Benua Indonesia, PT Compact Sejahtera Group (Compact 500), PT Inlife Indonesia, Koperasi Segitiga Bermuda (ProfitWin 77), PT Cipta Multi Bisnis Group dan PT Mi One Global Indonesia.

(rzk)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.