Image

Beli Rumah dengan KPR atau Tunai? Nih Bedanya

\Beli Rumah dengan KPR atau Tunai? Nih Bedanya\
Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Rumah adalah kebutuhan pokok bagi keluarga muda yang ingin mandiri. Kebutuhan akan rumah semakin naik setiap tahunnya, fenomena ini menjadi celah bagi banyak developer untuk berlomba membuat banyak perumahan dengan berbagai rentang harga dan diperuntukkan bagi banyak keluarga muda yang membutuhkan hunian untuk mereka dan anak-anak mereka hingga di masa depan. Banyak kemudahan yang ditawarkan kepada keluarga muda tersebut baik melalui pembelian secara tunai maupun dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Keduanya punya karakteristisk yang berbeda.

Banyaknya developer yang membangun perumahan artinya semakin banyak pilihan untuk menentukan hunian mana yang ingin diambil. Biasanya beberapa faktor yang dipertimbangkan sebelum membeli rumah adalah lokasinya, kelengkapan fasilitas, selain itu track record dari pengembang juga menjadi pertimbangan yang umum diambil sebelum membeli sebuah rumah.

Nah, apabila beberapa pertimbangan tersebut sudah diputuskan, maka langkah selanjutnya untuk mendapatkan rumah adalah memutuskan untuk membelinya secara tunai atau mengambil KPR. Jika membeli secara tunai, artinya perlu menyiapkan dana yang cukup besar sesuai dengan nilai rumah yang ingin dibeli.

Sedangkan jika membeli rumah dengan KPR, maka Anda bisa mencicil tanpa perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar untuk mendapatkan rumah. Baik membeli secara tunai ataupun dengan KPR memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut penjelasan lengkapnya:

Kelebihan Membeli Rumah secara Tunai

1. Harga Lebih Murah

Sama halnya dengan segala jenis pembelian yang dilakukan dengan cara mengangsur, nasabah pasti akan dikenakan bunga di dalamnya, sehingga menyebabkan harganya menjadi lebih mahal. Berbeda jika membelinya secara tunai, maka anda akan menemukan bahwa perbedaan harganya akan mencolok, dan pasti lebih murah.

2. Proses Lebih Mudah

Jika membeli secara tunai, maka pembeli akan bisa langsung melakukan transaksi dengan penjual, dalam hal ini adalah pihak developer. Tanpa adanya pihak ketiga, seperti bank, maka alur jual beli akan lebih sedikit, sehingga memungkinkan untuk melakukan proses pembelian dengan lebih cepat. Anda tidak akan melewati serangkaian proses jika dibandingkan dengan membeli rumah secara kredit dengan campur tangan bank.

3. Tidak ada Biaya Administrasi

Dengan membeli secara tunai, maka anda dibebaskan dari kewajiban untuk membayar biaya administrasi yang dibebankan pihak bank jika membeli secara kredit. Selain itu akan ada biaya-biaya selama pengurusan dokumen yang tidak akan ditemui jika membeli rumah secara tunai.

4. Bebas dari Aturan-aturan

Meskipun dalam pembelian secara tunai anda terikat aturan yang diberikan oleh developer, namun biasanya tidak serumit jika anda membeli rumah secara kredit melalui KPR. Begitu anda melakukan pembayaran atas rumah yang ingin dibeli, maka anda akan terbebas dari berbagai peraturan yang mengikat, sehingga merasa lebih bebas melakukan eksplorasi atau renovasi pada rumah.

5. Lebih Aman

Membeli rumah secara tunai dikatakan lebih aman karena setelah transaksi jual beli selesai, rumah tersebut otomatis sudah menjadi hak milik. Anda akan terbebas dari rasa cemas dan risau jika ada kemungkinan rumah tersebut berpindah tangan ke orang lain.

6. Pihak Developer Menyukai Pembelian secara Tunai

Developer yang mendapatkan dana segar dari penjualan rumahnya akan bisa secepatnya memutar kembali uang tersebut untuk meningkatkan bisnisnya. Oleh karena, hal ini bisa menjadi poin penting bagi pembeli untuk bisa melakukan tawar menawar dengan pihak developer agar bisa mendapatkan harga terbaik (potongan harga) dari properti atau hunian yang ingin dibeli.

7. Aman dan Prospektif untuk Investasi Jangka Pendek

Dengan membeli secara tunai, maka Anda sudah bisa mendapatkan aset berupa rumah. Aset tersebut bisa anda putar kembali (jika ingin) dengan menjualnya untuk jangka waktu 3 sampai 5 tahun ke depan dan mengambil keuntungan yang tidak sedikit dari nilai jual rumah.

8. Kelengkapan Rumah bisa Langsung Dimiliki

Dengan membeli rumah secara tunai, maka bisa langsung memiliki kelengkapan surat-surat rumah yang dibeli. Surat-surat ini sangat berharga dan bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pinjaman bank, jika suatu saat membutuhkan dana mendesak.

Di luar berbagai keuntungan yang bisa didapat jika membeli rumah secara tunai, nasabah perlu mempertimbangkan beberapa kelemahan pembelian tunai berikut ini:

Kekurangan Membeli Rumah secara Tunai

1. Butuh Dana yang Tidak Sedikit

Seperti yang kita semua tahu, harga rumah cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dan harganya makin lama makin tidak terjangkau untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang ingin memiliki rumah.

2. Risiko Membeli Rumah yang Bermasalah

Membeli rumah, khususnya bagi Anda yang berencana membeli rumah secara tunai, maka wajib mewaspadai risiko yang mungkin terjadi. Perhatikan dan pilihlah developer yang memiliki track record yang baik dan tidak pernah mengecewakan pembeli rumah sebelumnya. Apabila ternyata kepemilikan rumah tersebut bermasalah, maka kemungkinan uang anda hilang sia-sia dalam waktu singkat bisa terjadi.

Alternatif membeli rumah selain tunai adalah kredit. Skema KPR paling favorit menjadi pilihan banyak nasabah bank untuk mendapatkan rumah dengan berbagai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan Membeli Rumah dengan KPR

1. Tidak Perlu Menyiapkan Dana Besar

Dengan membeli secara kredit, maka anda tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar. Anda tidak perlu menunggu selama bertahun-tahun dan menabung sedikit demi sedikit untuk mendapatkan rumah impian. Anda hanya perlu membayar uang muka untuk bisa mendapatkan rumah.

2. Cicilan Bisa Meringankan Pengeluaran

Jika membeli secara tunai, maka anda kehilangan uang dalam jumlah besar dalam waktu yang sekejap (diganti dengan rumah), bagi pengusaha kehilangan uang dalam jumlah besar mungkin akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis. Sedangkan jika membeli dalam bentuk KPR, maka modal usaha tetap aman, dan merasa ringan untuk membayar cicilan rumah.

3. Uang Cicilan bisa Murah, Asalkan...

Anda bisa mendapatkan cicilan yang murah setiap bulannya jika membayar uang muka dalam jumlah besar atau mengambil KPR untuk jangka waktu yang lama. Hal ini biasanya akan berbuntut pada kecilnya biaya cicilan bulanan yang perlu anda bayar.

4. Disewakan untuk Mendapatkan Uang

Jika tidak mau membayar uang cicilan, maka langkah yang bisa diambil adalah bisa menyewakan rumah tersebut kepada orang lain. Dengan demikian Anda akan mendapatkan uang sewa yang bisa digunakan untuk membayar cicilan rumah ke bank.

Kekurangan Membeli dengan KPR

1. Lama Tenor Mempengaruhi Bunga

Semakin lama anda mengambil cicilan rumah, maka akan semakin besar bunga yang akan dibebankan. Hal ini berdampak pada semakin tingginya total pembayaran yang dilakukan.

2. Total Uang Lebih Banyak jika Dibandingkan dengan Membeli secara Tunai

Kelemahan dari sistem mencicil adalah anda harus membayar nilai total pembelian rumah yang lebih banyak daripada membelinya secara tunai.

3. Risiko Rumah Disita

Jika anda berkomitmen untuk membeli rumah dengan KPR, maka tidak ada alasan untuk tidak membayar uang cicilan. Padahal keadaan ekonomi seseorang bisa berubah kapan saja, dan mungkin dalam suatu ketika tidak memiliki kemampuan untuk membayar cicilan. Jika hal ini terus terjadi, bisa jadi rumah tersebut akan disita.

4. Belum Tentu Disetujui Bank

Meskipun telah memberikan segala persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR, pihak bank belum tentu menyetujui pengajuan KPR. Ada beberapa poin penting yang dipertimbangkan pihak bank untuk menyetujui atau tidak sebuah pengajuan KPR.

5. Surat-surat Ditahan oleh Bank

Anda tidak akan langsung memiliki surat-surat berharga yang berkaitan dengan rumah yang anda beli. Surat-surat tersebut sementara akan dipegang bank, hingga anda melakukan pelunasan pembelian rumah.

6. Ada Penalti

Biasanya akan dikenakan penalti jika melunasi cicilan di tengah jalan atau sebelum masa cicilan berakhir.

7. Suku Bunga Fluktuatif

Bunga KPR biasanya mengikuti suku bunga fluktuatif yang mana bisa bertambah setiap tahunnya. Hal ini cenderung akan merugikan pembeli yang tidak siap dengan perubahan bunga yang mengharuskan pembeli membayar dengan cicilan yang lebih mahal.

Pilih yang Sesuai dengan Kebutuhan

Mempunyai rumah impian kini semakin mudah dengan adanya pilihan untuk mendapatkannya dengan cara KPR. Sehingga masyarakat kini bisa memilih sendiri, apakah ingin membeli rumah dengan cara tunai atau mendapatkannya dengan cara KPR.

Kedua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang patut diperhatikan adalah selalu sesuaikan pembelian rumah dengan kondisi finansial, sehingga anda tidak muluk-muluk dalam mendapatkan rumah. Selain itu, rekam jejak developer sudah sepatutnya menjadi pertimbangan utama dalam membeli rumah impian. Dengan memilih developer yang memiliki track record baik, maka kecil kemungkinan akan dirugikan, begitu pula sebaliknya.

(rzk)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.