Image

KATA MEREKA: Utang Jadi Gunung dan Penerimaan Pajak Rendah, Salah Siapa?

\KATA MEREKA: Utang Jadi Gunung dan Penerimaan Pajak Rendah, Salah Siapa?\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Utang Indonesia hingga kini sudah menyentuh angka Rp3.672,33 triliun, terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.943,73 triliun (80,2%) dan pinjaman sebesar Rp728,60 triliun (19,8%). Mengingat besarnya utang negara, pemerintah pun menyadari harus lebih cermat sebelum berutang. Apalagi di tengah kondisi global yang tak stabil.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara memaparkan risiko yang dapat diterima Indonesia akibat berutang ketika kondisi global sedang tidak cukup stabil.

"Jadi risikonya adalah begini, kalau misalkan kita mengeluarkan utang sekarang, kondisi dunianya lagi volatil, maka kita akan terpapar ke risiko yang lebih tinggi," jelasnya di Jakarta, 11 Juli 2017.

Jika kondisi global sedang tak cukup bersahabat, menurutnya pemerintah perlu melakukan penyesuaian dengan baik melalui pengelolaan manajemen. Sehingga terhindar dari risiko yang ada.

Namun tak disangka, pemerintah kembali mencari pinjaman. Pemerintah kembali menambah utang lewat penerbitan Surat Utang Negara (SUN). Dari lelang lima SUN tersebut, total nominal yang dimenangkan mencapai Rp17 triliun.

Tak sejalan dengan bertambahnya utang negara, penerimaan pajak oleh pemerintah hingga kini belum mencapai hasil memuaskan.

Direktorat Jenderal Pajak mencatat realisasi penerimaan perpajakan non-PPh migas semester I-2017 (hingga dengan 30 Juni 2017) mencapai Rp482,6 triliun atau 37,9% dari target APBN 2017 Rp1.307,6 triliun.

Sementara itu, penerimaan PPh nonmigas tercatat mencapai Rp286,76 triliun, PPN dan PPnBM sebesar Rp191,99 triliun, PBB sebesar Rp737,71 miliar, pajak lainnya sebesar Rp3,17 triliun dan PPh migas sebesar Rp27,58 triliun.

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) optimistis dapat merealisasikan target penerimaan perpajakan dalam negeri pada satu semester terakhir tahun 2017.

Lantas bagaimana respons masyarakat menanggapi persoalan negara saat ini?

1. Alif Nur Hidayat (23) Freelance

Sebenarnya yang perlu dirombak sistemnya, tapi kalau si pemimpin pajak enggak bisa merombak sistem ya dia yang harus dirombak

Banyak faktor yang menyebabkan penghasilan pemerintah melalui pajak kurang maximal. Masih banyak pengusaha besar yang menutupi kekayaannya dan menyimpan hartanya diluar negeri, bahkan ketika ada tax amnesty pun masih banyak dari mereka yang tidak melaporkan kekayannya dan membayar pajak dengan nominal yang benar. Pemerintah kurang bersikap tegas kepada para pengusaha kelas kakap.

Soal utang Indonesia tentu sangat mengkhawatirkan. Utang yang meningkat dapat mengancam kedaulatan NKRI. Kok bisa? Kita lihat saja, Indonesia berutang ke negara seperti China. Ketika Indonesia berutang ke negara tersebut ada sejumlah deal-deal yang disepakati antara negara kita dengan China. Alhasil sejumlah proyek infrastruktur yang ada saat ini dipegang China, belum lagi kebijakan bebas visa bagi warga mereka, ditambah lagi power mereka untuk menyetir arah kebijakan pemerintah.

Ada dua opsi, yang pertama bubarkan NKRI. Yang kedua berhenti terobsesi dengan proyek-proyek Infrastruktur demi pencitraan yang hanya akan menambah besar utang negara.

2. Diani Desti (23) Karyawan Swasta

Menurut saya kurangnya sistem kinerja di dalam lingkungan kerja di pajak. Mungkin jajarannya perlu diganti, agar adanya perubahan dalam sistem perpajakan.

Ya wajib pajak juga kurang patuh, tentu karena sebagian besar dari mereka mengeluh atas pemikiran mereka, seperti mau di kemanakan uang pajak yang kita bayar jika fasilitan di lingkungan kita kurang memadai penduduk.

Untuk utang negara, ya menurut saya sangat menghawatirkan jika negara mempunyai utang banyak. Bagaimana keadaan rakyat kita yang berada di bawah.

Jika utang negara besar, tolong pergunakan dengan baik pinjaman itu untuk mensejahterakan masyarakat. Karena jika utang itu di pergunakan dengan baik untuk rakyat maka akan ada imbal balik untuk melunasi utang tersebut.

3. Patty Sam Rejeki (23) Karyawan Swasta

Hasil penerimaan pajak oleh pemerintah belum mencapai target menurut saya ya enggak kaget, karena tahu orang Indonesia dan pengusaha-pengusaha yang susah banget buat bayar pajak.

Pemimpin di perpajakan jangan di ganti dulu sih, kita lihat sampe 1 atau 2 tahun lagi gimana peningkataannya.

Bisa jadi pembayar pajak kurang patuh, tapi lebih banyak yang khwatir disalahgunakan, karena melihat aja banyak infrastruktur yang masih terbengkalai.

Kalo melihat utang negara saat ini tidak mengkhawatirkan sih, karena kan sekarang udah banyak ya investasi-investasi bahkan kerjasama-kerjasama pasti dapat berkurang.

Saran saya ya cepet di bayar ya untuk utang perlahan-lahan bayarnya, investasi-investasi dan kerjasama semkin ditingkatkan, pariwisata juga ditingkatkan terus.

4. Adiyatama Heru (21) Mahasiswa

Kalau penerimaan pajak masih rendah menurut saya mungkin pemerintah harus lebih numbuhin kepercayaan masyarakat buat bayar pajak. Pimpinan di Ditjen Pajak menurut saya perlu dikasih kesempatan buat buktiin kemampuannya.

Rendahnya penerimaan pajak kayak yang saya bilang itu, kepercayaan masyarakat masih minim, karena takut uang pajaknya disalahgunain atau dikorupsi.

Masalah utang Indonesia kayaknya dari dulu selalu nambah. Udah ganti presiden enggak pernah berkurang utangnya. Lama-lama khawatir juga sih dibebanin utang sebanyak itu.

Sarannya pemerintah harus mikir dulu sebelum ngutang. Pemerintah kan sekali ngutang enggak mungkin sedikit kan jumlahnya. Jadi harus hati-hati.

5. Yana (24) Freelance

Penerimaan pajak negara kayaknya emang susah buat capai target. Karena masyarakat mungkin mikir manfaat bayar pajak belum begitu kerasa.

Dulu kan pernah ada kasus uang pajak diselewengin ama petugas pajak, makanya sekarang masyarakat udah pada males buat bayar pajak.

Buat persoalan utang negara khawatir juga sih, emang pemerintah kita suka banget ngutang dari dulu sampe sekarang.

Ya mungkin pemerintah banyak ngutang gara-gara penerimaan pajaknya juga rendah jadi buat keperluan pembangunan dan yang lainnya enggak bisa cuma andalin dari uang negara. Jadi mau enggak mau ngutang.

(kmj)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.