Image

Begini Strategi Regulator Pasar Modal Jaring 180 Emiten Baru

\Begini Strategi Regulator Pasar Modal Jaring 180 Emiten Baru\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jumlah perusahaan publik yang mencatatkan sahamnya (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI) setiap tahun terus meningkat. Hal ini seiring upaya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan regulator pasar modal. Saat ini, sebanyak 553 emiten tercatat di BEI.


Tapi, sebenarnya jumlah itu belum cukup memadai seiring makin tinggi minat investasi masyarakat terhadap instrumen investasi pasar modal. Bila dibandingkan dengan negara tetangga, jumlah emiten pasar modal Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang tinggi. Sampai Mei 2017, Singapura Exchange (SGX) tercatat memiliki 757 emiten.

Sedangkan Stock Exchange of Thailand (SET) mempunyai 665 emiten, apalagi dibanding dengan Bursa Malaysia (BM) yang memiliki lebih dari 900 perusahaan publik. Meskipun demikian, selama periode 2013 sampai Mei 2017, BEI mencatatkan pertumbuhan emiten sebesar 12,4%, sedikit di bawah SET yang tumbuh 13,9% pada periode yang sama.

Hal ini sangat positif, mengingat BM dan SGX mencatatkan penurunan. Tahun lalu hanya ada 16 perusahaan yang listing, sementara pada 2015 hanya 15 emiten, dan pada 2014 tercatat 20 emiten. Bila diakumulasi selama lima tahun terakhir (2012-2016), jumlah emiten hanya bertambah 78 perusahaan dari 459 emiten pada 2012 menjadi 537 pada akhir 2016.

Bagi pemodal, terutama institusi asing yang memiliki dana kelolaan besar, ketersediaan produk yang cukup merupakan syarat utama dalam berinvestasi. Sebab, hal tersebut sangat berpengaruh pada perolehan return maupun likuiditas dalam bertransaksi. Tidak heran bila asing lebih banyak menggelontorkan dananya di bursa-bursa dengan jumlah emiten dan kapitalisasi pasar yang besar.

Padahal, dari sisi infrastruktur perdagangan, Pasar Modal Indonesia terbilang kuat dan lengkap, bahkan sejajar dengan bursa-bursa negara maju di dunia. Didasari kondisi tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida berkomitmen untuk menambah sedikitnya 180 emiten baru atau naik 32% dibanding jumlah emiten saat ini dalam lima tahun kedua masa jabatannya.

Target itu disampaikannya saat uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Anggota Komisi XI DPR RI beberapa waktu lalu. Untuk mengejar target tersebut, menurut Nurhaida, OJK akan menyasar badan usaha milik negara (BUMN) maupun anak usahanya melantai di BEI.

“Guna mendukung penambahan emiten di pasar modal, kami akan mendorong agar perusahaan BUMN ataupun anak usahanya dapat IPO. Selanjutnya kami juga berencana agar perusahaan yang sudah listing (pencatatan saham perdana) di luar negeri, khususnya yang bergelut di sektor pertambangan, dapat juga melantai di BEI,” papar dia. Menurut dia, tentu saja OJK tidak bisa berjalan sendiri sehingga diperlukan kerja sama dengan instansi terkait, termasuk Kementerian BUMN maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dari sisi internal, OJK berupaya mempercepat proses pengurusan izin IPO saham. Satu di antaranya mengimplementasikan sistem e-registrasi yang dipercaya bakal memberikan efisiensi waktu dan biaya pengurusan izin bagi calon emiten yang berbasis di daerah. “Kami juga akan mendorong debitur dengan nilai pinjaman lebih dari Rp1 triliun untuk masuk pasar modal,” imbuh dia.

Lebih jauh, peluang menambah jumlah emiten tidak hanya pada perusahaan besar, tapi juga mendorong IPO usaha kecil dan menengah (UKM) dan startup untuk menjadi emiten di BEI. Upaya itu sudah dilakukan oleh OJK dan BEI dengan mendirikan inkubator UKM dan startup di enam kota.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan, inkubator tersebut merupakan fasilitas yang diberikan otoritas pasar modal untuk memberikan pembekalan tentang aspek hukum, penyusunan laporan keuangan, hingga memperkenalkan perusahaan rintisan kepada venture capital atau angel investor. Perusahaan-perusahaan tersebut nanti didorong untuk IPO.

Terkait sosialisasi dan edukasi yang juga menjadi faktor penting pendorong minat IPO, sejak tahun lalu BEI mendirikan Pusat Informasi Go Public (PIGP) yang bertujuan agar masyarakat mendapat informasi rinci mengenai manfaat serta cara untuk melepas saham atau go public. Saat ini sudah enam PIGP dioperasikan yang tersebar di Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, dan Surabaya.

Berbagai strategi serta langkah yang telah dan akan dilakukan, serta komitmen OJK dalam meracik kebijakan dalam memudahkan IPO, meyakinkan BEI untuk dapat menggapai target 180 emiten baru sebagaimana dicanangkan OJK dalam lima tahun ke depan. “Komitmen regulator yang mendukung pengembangan pasar modal, ditambah kinerja industri yang positif dapat jadi memicu perusahaan melakukan IPO,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat.

Kondisi baik itu, menurut dia, sudah mulai terlihat dari jumlah emiten baru yang tercatat sejak awal 2017 sebanyak 19 emiten per 5 Juli 2017. Angka tersebut sudah melampaui capaian sepanjang 2016 yakni sebanyak 16 emiten.

Sementara sepanjang tahun ini, BEI menargetkan 35 emiten baru atau dua kali lebih banyak dari 2016. Samsul optimistis target tercapai mengingat terdapat sekira 26 perusahaan yang saat ini sedang dalam antrean melakukan IPO, termasuk dua di antaranya anak usaha BUMN.

*Kerja Sama Redaksi KORAN SINDO dan Bursa Efek Indonesia

(kmj)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.