Image

Gawat! Penduduk Miskin Bertambah, Ketimpangan Masih Lebar

\Gawat! Penduduk Miskin Bertambah, Ketimpangan Masih Lebar\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah harus bekerja keras untuk menekan jumlah penduduk miskin dan tingkat ketimpangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin per Maret 2007 justru bertambah 6.900 orang, meski secara persentase turun 0,06%.


Adapun indeks gini yang menunjukkan ketimpangan penduduk pada Maret 2017 relatif stagnan atau hanya turun 0,001 poin menjadi 0,393 dibandingkan posisi September 2016 di level 0,394. Secara lebih rinci, jumlah penduduk miskin per Maret 2017 mencapai 27,77 juta orang atau setara 10,64% atau relatif stagnan dibanding posisi September 2016 sebanyak 27,76 juta orang atau 10,70% dari total jumlah penduduk.

Perbedaan antara jumlah dan persentase yang berkebalikan itu terjadi seiring bertambahnya jumlah penduduk dalam enam bulan terakhir. “Penurunan (persentase tingkat kemiskinan) selama September ke Maret memang relatif lebih lambat dibanding periode-periode sebelumnya,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, kemarin. Dia juga menyebut adanya disparitas penduduk miskin yang tinggal di kota dan desa.

Di kota, penduduk miskin sebesar 7,73%, sementara di desa mencapai 13,93% dari jumlah penduduk. Untuk itu, menurutnya perlu upaya untuk mengurangi kemiskinan di desa-desa. “Di perdesaan misalnya, 51% penduduk miskinnya bekerja di sektor pertanian. Kita harus menyejahterakan petani dan upah buruh taninya. Perluasan KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat) menjadi penting, supaya mereka punya modal bergerak ke depan lebih maju lagi,” imbuhnya.

Dari sisi wilayah, jumlah penduduk paling banyak berada di Pulau Jawa yaitu 14,79 juta orang, diikuti oleh Sumatera 6,23 juta, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara 2,12 juta, Maluku dan Papua 1,52 juta, serta Kalimantan 0,99 juta. Suhariyanto menuturkan, komoditas makanan yang menyumbang 73,31% terhadap total pengeluaran penduduk miskin sebetulnya mengalami penurunan harga.

Beberapa komoditas yang sering dikonsumsi oleh masyarakat miskin di antaranya beras turun 0,11%, daging ayam ras turun 3,98%, telur turun 3,6%, gula turun 5,06%, dan terigu turun 0,7%. Selain itu, dia juga menyoroti tingkat kemiskinan yang semakin parah yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 1,74 menjadi 1,83, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan juga naik dari 0,44 menjadi 0,48.

Senada, indeks gini yang menunjukkan ketimpangan penduduk pada Maret 2017 juga relatif stagnan atau hanya turun 0,001 poin sebesar 0,393 dibandingkan posisi September 2016 yang berada di level 0,394. Menurut Suhariyanto, perubahan biasanya baru terlihat setiap tiga tahun sekali. BPS juga mencatat ketimpangan di kota lebih parah dibanding desa. Per Maret, indeks gini di kota mencapai 0,407 poin atau lebih tinggi daripada ketimpangan rata-rata.

Adapun ketimpangan di desa sebesar 0,320 poin atau lebih rendah daripada ketimpangan rata-rata. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Hasbullah menilai, stagnasi jumlah penduduk miskin pada Maret disebabkan oleh masalah belanja dan upah yang tak seimbang. Kenaikan pengeluaran masyarakat miskin yang besar tidak bisa diimbangi pendapatan yang hanya sedikit meningkat.

“Garis kemiskinan yang disebabkan oleh inflasi naiknya lebih cepat. Jadi kalau rata-rata orang miskin pengeluarannya naik 2%-3%, maka garis kemiskinannya naik 3%,” kata Sairi. BPS memakai metode garis kemiskinan makanan dan non-makanan. Pada September 2016, garis kemiskinan tercatat Rp361.990 per kapita per bulan, sementara pada Maret 2017 naik 3,45% menjadi Rp374.478 per kapita per bulan. Garis kemiskinan menjadi tolok ukur konsumsi untuk menentukan penduduk tersebut miskin atau tidak.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudisthira menyatakan faktor utama stagnasi angka penurunan ini rasio karena upaya penurunan angka kemiskinan yang belum maksimal. Menurut dia, hal itu terlihat dari daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang lemah. “Penyebabnya, penyesuaian tarif listrik 900 va sejak awal 2017, kemudian inflasi dari komponen listrik memukul daya beli,” tuturnya.

“Selain itu, pada awal 2017, pendistribusian beras sejahtera juga terhambat sehingga konsumsi masyarakat miskin rendah,” kata dia. Angka ketimpangan dan kemiskinan yang stagnan membuat pemerintah bekerja keras untuk memenuhi target yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017. Untuk diketahui, angka ketimpangan dan kemiskinan tahun ini ditargetkan turun masing-masing menjadi 0,390 poin dan 10,5%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui upaya untuk menurunkan angka kemiskinan makin sulit dari waktu ke waktu, termasuk menekan angka kemiskinan di bawah 10%. Namun, dia berpendapat stagnasi kemiskinan itu terjadi bukan karena problem struktural, melainkan persoalan harga.

(kmj)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.